Pertumbuhan Produk Berbasis Kertas Didorong Praktik Berkelanjutan
Secara global, tingkat pertumbuhan tahunan atau CAGR produk berbasis kertas diperkirakan mencapai 2 % per tahun hingga 2035, didorong meningkatnya permintaan kertas kemasan dan tisu. Pertumbuhan tahunan juga didorong fokus lebih besar terhadap praktik keberlanjutan di seluruh rantai pasok. Sebagai penghasil pulp dan kertas, Grup Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) optimis melanjutkan tren pertumbuhan. ”Kami optimistis mencapai tren ini melalui strategi pasar dan komitmen terhadap keberlanjutan,” ujar Anita Bernardus, Head of Communications APRIL Group, di Jakarta, Minggu (20/4). Produk unggulan Grup APRIL, yaitu PaperOne, tak hanya melayani pasar domestik, tapi juga pasar global di 110 negara.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi serat, pulp, kertas, dan kertas kemasan, APRIL berkomitmen terhadap pengelolaan hutan dan operasional yang berkelanjutan. Pada tahun 2022, Grup APRIL telah meluncurkan investasi strategis Rp 33,4 triliun untuk membangun fasilitas produksi kertas kemasan serta infrastruktur pendukungnya. Pada 2024, APRIL memulai uji coba operasional pabrik BoardOne yang menjalankan produksi kertas kemasan berkelanjutan pertama milik APRIL. Dengan hadirnya BoardOne, kapasitas terpasang APRIL di Pangkalan Kerinci, Riau, mencakup 4 juta ton pulp per tahun, 1,15 juta ton kertas, dan 1,2 juta ton kertas kemasan. Salah satu anak perusahaan APRIL adalah Riau Andalan Pulp and Paper.
”APRIL mencari peluang baru mengembangkan produk hilir yang mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional. Lewat langkah ini, APRIL memperkuat komitmen menghasilkan produk ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Anita. Pengamat industri pulp dan kertas, Rusli Tan, mengatakan, Indonesia berpotensi memperkuat industri pulp dan kertas. ”Kita hampir tak punya saingan. Ditambah pengusaha Indonesia berani investasi, untuk menanam pohon yang biayanya mahal dan risiko yang besar sekali,” ujar Rusli. Pengusaha Indonesia dinilai telah menguasai teknologi tinggi dalam pengolahan kertas, termasuk pengolahan kertas dan karton bekas. Kemajuan industri kertas dan pulp Indonesia termasuk juga lebih tinggi dibanding negara lain di Asia. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023