;

Kilau Emas dari Kusam Sampah di Kendari

Lingkungan Hidup Yoga 22 Apr 2025 Kompas
Kilau Emas dari Kusam Sampah di Kendari

Tiga perempuan setengah baya membersihkan gelas plastik minuman kemasan yang sebagian masih kotor di tengah tumpukan sampah plastik di Bank Sampah Alfaizin, Kelurahan Puuwatu, Kendari, Sultra, Minggu sore (20/4). “Kami kalau lihat sampah plastik seperti melihat butiran-butiran emas di jalanan,” kata Hartian (52) disambut senyum dua rekannya, Yummi (57) dan Rusmawati (62). Para ibu rumah tangga bergabung membentuk bank sampah tujuh tahun lalu. Hartian tergerak dengan misi kebersihan lingkungan yang berpeluang menyulap sampah menjadi uang. Terlebih lagi, sebuah program yang muncul untuk membuat sampah bisa menjadi tabungan emas membuatnya kian termotivasi.

Selain memilah dan mengolah sampah, setiap bulan ia bisa menyetor sampah plastik, kardus, hingga kaleng sebanyak dua kali dengan berat beragam. Sampah itu dikumpulkan di rumah masing-masing, tetangga, hingga fasilitas umum. Ia tidak canggung memungut dan mencari sampah plastik. Berbagai sampah ini akan dibawa ke bank sampah untuk ditimbang dan dijual. Hasil penjualan dialihkan menjadi tabungan emas.  ”Hari ini dapat plastik dan kardus dari rumah tetangga 30 kg. Nilainya di atas Rp 50.000. Nanti ditabung emas saja biar tambah banyak,” tutur Hartian.

Tabungan emas ibu empat anak ini sudah terkumpul 0,3 gram. Rusmawati dan suaminya menjadi bagian dari hampir 100 nasabah Bank Sampah Al-faizin. Keluarga ini aktif untuk menukarkan sampah dan konsisten menabungnya di tabungan emas. Yummi, Ketua Bank Sampah Alfaizin, menuturkan, program sampah menjadi tabungan emas dimulai sejak 2018 atau lima tahun setelah bank sampah ini berdiri. Warga yang awalnya membuat daur ulang sampah dan belum fokus menjual sampah mendapat motivasi baru untuk membersihkan lingkungan. (Yoga)


Tags :
#Emas #Varia
Download Aplikasi Labirin :