;

Risiko Investasi Kian Mengkhawatirkan

24 Mar 2025 Kontan (H)
Risiko Investasi Kian Mengkhawatirkan
Risiko berinvestasi di Indonesia tengah mengalami peningkatan yang signifikan, sebagaimana tercermin dari lonjakan credit default swap (CDS) tenor 5 tahun yang mencapai level 91,66. Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kemungkinan gagal bayar, serta persepsi bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini lebih rentan dan berisiko.

Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, menjelaskan bahwa lonjakan CDS dipicu oleh derasnya arus modal asing keluar dan tekanan pada nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 16.500 per dolar AS. Arus dana asing yang keluar mencapai Rp 11,3 triliun hanya pada bulan Maret 2025, memperparah kekhawatiran investor global.

Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menyoroti bahwa sentimen negatif lebih banyak datang dari faktor internal. Kebijakan pemerintah yang kontroversial, seperti pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara dan revisi UU TNI, menimbulkan ketidakpastian yang membuat investor asing menarik dananya.

Sementara itu, Reza Priyambada, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, menyebutkan bahwa optimisme pasar terhadap pemerintahan baru di awal periode Prabowo telah berubah menjadi pesimisme karena kebijakan yang tidak sesuai ekspektasi pasar.

Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, memperkirakan tekanan ini akan menghambat laju IHSG, yang kemungkinan akan melemah ke level 6.400 di akhir kuartal I-2025 dan hanya bergerak di kisaran 6.700–6.800 hingga akhir tahun.

Peningkatan CDS, arus modal keluar, depresiasi rupiah, dan ketidakpastian kebijakan menandai bahwa iklim investasi di Indonesia sedang berada dalam tekanan berat.
Tags :
Download Aplikasi Labirin :