Pembentukan Brigade Pangan dan Pendapatan Petani Indonesia
Pemerintah menargetkan swasembada beras dapat terealisasi pada 2027. Bersamaan dengan itu, pemerintah berupaya menarik generasi muda bekerja di sektor pertanian melalui pembentukan brigade pangan. Apakah penghasilan menjadi petani itu menggiurkan? Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI menargetkan dapat membentuk 1.755 brigade pangan dengan anggaran sekitar Rp 30 triliun. Setiap brigade terdiri dari 15 pemuda-pemudi yang akan mengelola lahan seluas 200 hektar. Mereka akan bekerja bersama petani lokal dan didampingi pegawai Kementan, TNI, widyaiswara, penyuluh, dosen, dan guru. Brigade pangan itu bertugas mengoptimalkan lahan pertanian, termasuk lahan tidur dan rawa. Lahan-lahan itu tersebar di sejumlah daerah di 11 provinsi, yakni Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Papua Selatan, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
Pendapatan setiap petani milenial yang tergabung dalam brigade pangan diperkirakan Rp 10 juta per bulan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, brigade pangan ini menjadi wadah penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian, termasuk menumbuhkan petani-petani milenial. Mereka dapat menggarap lahan pertanian dengan menerapkan teknologi tepat guna. Dalam hitungan Amran, pendapatan setiap petani milenial tersebut diperkirakan Rp 10 juta per bulan. Menggiurkan bukan? Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) mengategorikan petani milenial sebagai petani berusia 19-39 tahun yang adaptif terhadap teknologi digital dan inovasi pertanian. Pada 2023 terdapat 6,18 juta petani milenial atau 21,93 persen dari 28,19 juta petani di Indonesia. Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah petani milenial terbanyak, yakni 971.102 orang. Diikuti Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan jumlah petani milenial masing-masing 625.807 orang dan 543.044 orang.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan TNI Brigadir Jenderal Ito Hediarto mengatakan, per 10 Februari 2025, TNI bersama Kementan telah menyelesaikan pembentukan brigade pangan sebanyak 1.824 brigade di 11 provinsi. Realisasi pembentukan itu melebihi target, yakni 103,9 persen. Mitra Dari jumlah brigade pangan yang terbentuk, sebanyak 60 persen telah menjalin mitra dengan pemilik lahan. Kelak, sebesar 30 persen hasil panen akan diberikan kepada pemilik lahan, sedangkan 70 persen dikelola brigade pangan. Dari jumlah itu pula, lanjut Ito, sebanyak 92,67 persen brigade pangan telah membuat jadwal tanam, termasuk rencana kebutuhan benih, pupuk, dan sarana-prasarana produksi pertanian. Sebanyak 42 persen brigade pangan juga telah membuat skema usaha tani. ”Kami juga telah memverifikasi daftar kebutuhan mereka. Kami juga mendorong brigade pangan untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) dari sejumlah bank milik negara, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,” kata Ito. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023