Di Tingkat Bawah Penyaluran gas bersubsidi 3 kg Mendesak Dibenahi
Terhitung per 1 Februari 2025, pemerintah memberlakukan
pembelian elpiji bersubsidi 3 kilogram tidak lagi dapat dilakukan ditingkat
pengecer, tetapi hanya bisa dilakukan di pangkalan resmi Pertamina. Aturan ini
berimbas pada sulitnya warga di berbagai daerah untuk mendapat gas bersubsidi.
Salah satunya dialami Aan Sanewi (47),
warga Tanah Abang, Jakarta Pusat. Beberapa hari terakhir ia kesulitan
mendapatkan elpiji 3 kg karena stok di pengecer terbatas. Selama ini ia mudah
mendapatkan elpiji 3 kg di warung seharga Rp 25.000 per tabung ataupun Rp
28.000 di pengecer keliling. Ia tidak mempersoalkan harga yang jauh dari harga
resmi, yakni Rp 12.750 per tabung, sepanjang mudah mendapatkannya. Sejak
kebijakan baru diberlakukan, ia harus keliling ke sejumlah warung untuk
membelinya. ”Kadang dapat satu, kadang enggak kebagian,” ucap Aan, Senin
(3/2/2025).
Di sejumlah daerah, warga bahkan harus mengantre panjang di
pangkalan untuk membeli elpiji 3 kg. Bahkan, seorang warga diduga kelelahan hingga
meninggal setelah mengantre untuk membeli elpiji 3 kg. Yonih (62), warga
Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Banten, meninggal sepulang membeli elpiji,
Senin siang. Rohaya (51), adik Yonih, menuturkan, sang kakak pingsan sepulang
mengantre untuk membeli dua elpiji. Tak lama berselang, Yonih meninggal.
”Sampai rumah langsung pingsan. Dia tidak ada riwayat penyakit,” ujar Rohaya.
Sementara itu, kebijakan larangan penjualan elpiji 3 kg di tingkat pengecer
menuai kekhawatiran warga di pelosok Lampung. Mereka khawatir kebijakan
tersebut bakal menyulitkan mereka untuk bisa mendapatkan gas bersubsidi. Darman
(51), warga Pekon Sukadana, Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat,
Lampung, menuturkan, selama ini warga di pulau kecil itu mengandalkan warung-warung
untuk mendapatkan elpiji 3 kg.
Harga elpiji di Pulau Pisang berkisar Rp 28.000-Rp 30.000
per tabung.Harga itu lebih tinggi dari harga eceran tertinggi elpiji 3 kg di
Lampung sebesar Rp 20.000 per tabung. Namun, tidak setiap saat warga Pulau
Pisang bisa mendapat gas subsidi itu dengan mudah. ”Kalau angin kencang, elpiji
sulit didapat karena kapal tidak bisa menyeberang dari Krui, Pesisir Barat, ke
Pulau Pisang untuk memasok elpiji,” kata Darman, dihubungi dari Bandar Lampung.
Efek sementara Terkait kondisi warga kesulitan mendapat elpiji 3 kg, Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan, hal itu dampak
sementara dari upaya perbaikan distribusi gas bersubsidi agar lebih tepat
sasaran. ”Mohon kasih kami waktu sedikit saja, akan kami selesaikan ini.
Barangnya (elpiji 3 kg) tidak langka, saya jamin itu,” ujarnya. (Yoga)
Tags :
#MigasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023