;

Prabowonomics dan Antitesis Jokowi

01 Feb 2025 Kompas
Prabowonomics dan
Antitesis Jokowi
Sudah genap 100 hari Presiden Prabowo Subianto memimpin Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut, arah kebijakan ekonomi di bawah rezim baru mulai terbaca. Prabowo, yang saat kampanye dulu gencar mencitrakan diri sebagai penerus yang akan melanjutkan kebijakan Joko Widodo, nyatanya memiliki mimpi, ambisi, dan prioritas berbeda. Dalam banyak hal, Prabowo adalah kebalikan atau antesis Jokowi. Baru tiga bulan menjabat, ia sudah mengeluarkan beberapa kebijakan ekonomi yang bertolak belakang dengan pendahulunya itu. Hal paling kentara adalah fokus pembangunan infrastruktur yang redup di pemerintahan Prabowo, padahal itu prioritas utama di era Jokowi. Tendensi itu sudah terlihat sejak hari-hari pertama Prabowo menjabat. Pada November 2024, ia ”mengunci” anggaran infrastruktur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sehingga pembangunan beberapa proyek besar tertahan.

Fokus pembangunan yang bergeser dari infrastruktur juga terlihat lewat arahan efisiensi anggaran sebesar Rp 306,7 triliun kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah. Salah satu pos belanja yang akan dipangkas di APBN 2025 adalah anggaran infrastruktur, dengan porsi penghematan mencapai 34,3 persen. Anggaran Kementerian PU pun dipangkas hingga 80 persen dari pagu anggaran yang awalnya Rp 110 triliun. Dengan demikian, Rp 81 triliun dari anggaran infrastruktur dipangkas di era Prabowo. Anggaran Kementerian PU kini hanya tersisa Rp 29 triliun. Kini, Proyek Strategi Nasional sional (PSN) yang menjamur di era Jokowi sedang dievaluasi total oleh Prabowo. Begitu pula laju pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ikut melambat karena adanya perbedaan prioritas. IKN memang tidak lantas mangkrak di era Prabowo, tetapi jelas proyek warisan (legacy) Jokowi itu bukan lagi fokus utama bagi pemerintah.

Ketimbang menggenjot infrastruktur seperti Jokowi, Prabowo memilih fokus pada aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM), ketahanan pangan, serta kedaulatan negara. Ia bahkan dengan gamblang meminta jajaran kabinetnya untuk berhenti membangun proyek-proyek mercusuar alias pembangunan infrastruktur bernilai jumbo. Fokus Prabowo yang kuat pada pembangunan SDM tampak dari beberapa kebijakan prioritas alias quick win-nya. Beberapa di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, ibu hamil, dan anak balita; renovasi gedung sekolah; serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sejauh ini, kebijakan quick win itu baru mendapat total alokasi Rp 121 triliun di APBN 2025. Namun, dalam waktu dekat, program-program itu kemungkinan besar mendapat tambahan dana dari hasil efisiensi anggaran yang diinstruksikan Prabowo. Lebih populis Dalam beberapa kebijakan lain, Prabowo juga cenderung lebih populis daripada Jokowi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :