;

Pertamina Bidik Akusisi Senilai US$ 4.5 Miliar

Pertamina Bidik Akusisi Senilai US$ 4.5 Miliar

PT Pertamina menyiapkan agenda akuisisi blok migas di luar negeri yang sudah berproduksi dengan nilai US$ 4,5 miliar. Mengutip Bloomberg, blok migas yang menjadi sasaran adalah aset migas Occidental di Ghana dan Uni Emirat Arab. Pertamina disebut-sebut sedang menjajaki akuisisi beberapa aset Occidential di Aljazair dan Oman. Kendati demikian, rencana akuisisi ini disebutkan bakal terpisah dengan diskusi akuisisi aset di Ghana dan Uni Emirat Arab.

Vice President Corporate Communications PT Pertamina Fajriah Usman bilang, rencana akuisisi terus berjalan pada tahun ini. “Untuk menambah source migas yang dapat dibawa ke Indonesia, sehingga meningkatkan ketahanan source migas,” ujar dia kepada KONTAN, Jumat (7/8) pekan lalu. Namun Fajriyah masih belum bisa membeberkan detail rencana akuisisi blok migas di luar negeri. Dia juga belum bisa mengonfirmasi kabar adanya diskusi dengan Occidential Petroleum Corps atas sejumlah aset minyak dan gas bumi di Afrika dan Timur Tengah dengan nilai sekitar US$ 4,5 miliar. “Memang saat ini Pertamina melakukan penjajakan untuk corporate action. Namun untuk lebih detailnya belum dapat disampaikan. Upaya dan penjajakan tetap dilakukan. Kami harapkan waktunya juga tepat,” terang Fajriyah.  

Berdasarkan informasi yang diperoleh KONTAN, rencana akuisisi blok migas di luar negeri akan menambah produksi minyak Pertamina sebesar 60% dari yang saat ini sekitar 420.000 barel per hari. Akuisisi tersebut juga untuk menekan defisit neraca perdagangan akibat impor BBM yang masih tinggi.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati membenarkan, “Kami sedang dalam proses akuisisi blok migas di luar negeri untuk meningkatkan reserve to production (RTP) dan meningkatkan produksi yang bisa dibawa ke dalam negeri,” ungkap dia. Di sisi lain, Nicke bilang, dengan aset saat ini, besaran cadangan alias RTP Pertamina hanya berumur tujuh tahun. Jika tidak ada temuan cadangan migas baru maupun akuisisi, maka sulit bagi Pertamina untuk meningkatkan jumlah cadangan.

Pengamat migas Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto menilai, khusus Timur Tengah secara teknis umumnya memiliki prospek yang lebih baik dari sisi potensi cadangan, produksi, maupun tingkat risiko. “Lebih manageable dan tingkat pengembangan investasi yang lebih menjanjikan,” kata Pri.Lanjutnya Pri bilang, tren harga minyak yang rendah merupakan momentum tepat untuk bisa mendapatkan aset migas dengan harga yang lebih murah. “Akuisisi blok migas di luar negeri memang diperlukan oleh Pertamina untuk tumbuh,” kata Pri.


Download Aplikasi Labirin :