Rintangan dalam Mengembangkan Energi Bersih
Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal distribusi dan infrastruktur. Suroso Isnandar, Direktur Manajemen Risiko PT PLN, menjelaskan bahwa banyak pusat EBT di Indonesia terletak jauh dari pusat permintaan listrik, seperti PLTA Kayan di Kalimantan Utara, yang membuat penyerapannya tidak optimal. Untuk mengatasi masalah ini, PLN berencana membangun "green enabling super-grid" sebagai saluran penghubung antara sumber energi terbarukan dengan pusat permintaan listrik.
Selain itu, pembangunan infrastruktur EBT memerlukan investasi besar, diperkirakan sekitar US$235 miliar hingga 2040. Hal ini mencakup proyek pembangkit EBT dan transmisi listrik, termasuk smart grid, untuk meningkatkan kapasitas EBT yang ada. Tantangan lainnya adalah pemanfaatan gas sebagai sumber energi alternatif, di mana PLN menghadapi potensi kekurangan kargo LNG pada tahun depan karena alokasi yang terbatas. Pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi dan distribusi gas domestik melalui pembangunan jaringan gas.
Secara keseluruhan, meskipun Indonesia memiliki potensi EBT yang sangat besar, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah dan PLN dalam mengatasi masalah infrastruktur, perizinan, dan investasi untuk mempercepat transisi energi menuju net-zero emission pada 2060.
Tags :
#Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023