Hilangnya Rumah Penuh Kenangan akibat Bencana Hidrometeorologi
Bencana alam di Kabupaten Sukabumi, Jabar, awal pekan lalu, menyisakan trauma dan duka mendalam bagi para penyintas. Dari tempat pengungsian, mereka menyimpan harapan dapat kembali ke rumah masing-masing. Syamsul (39) melangkahkan kaki memasuki Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Minggu (8/12). Ayah tiga anak ini ditemani istrinya, Neni (30), dan beberapa kerabat lainnya, hendak melihat rumahnya di Cihonje. Perjalanan ke kampung yang dihuni 185 keluarga itu melalui lokasi bencana pergerakan tanah yang sangat berbahaya. Rumah Syamsul termasuk 40 rumah di Cihonje yang rusak berat akibat pergerakan tanah, Selasa (3/12). Bencana dipicu hujan yang mengguyur Sukabumi selama dua hari berturut-turut.
Rasa rindu melihat rumah mendorong Syamsul dan keluarganya nekat ke tempat itu. Tiba di rumahnya, Syamsul terdiam, dadanya sesak, rumahnya yang penuh kenangan, roboh pada Selasa pukul 18.00 WIB. ”Peristiwa ini sangat mendadak. Tiba-tiba terjadi retakan di lantai rumah saat hujan deras pada Selasa sore,” ungkapnya. Saat ini, Syamsul bersama istri dan anaknya mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Ia belum memiliki rencana pindah ke tempat lain. ”Mudah-mudahan ada solusi relokasi dari pemerintah ke tempat yang lebih aman di sekitar sini,” tuturnya. Ipon (56) memilih kembali ke rumahnya. Ibu empat anak ini tinggal di sana bersama lima kerabatnya. Ia mengabaikan retakan tanah yang terlihat di beberapa ruangan rumahnya dan di halaman rumah. ”Saya lebih nyaman di sini daripada mengungsi ke rumah kerabat. Kami akan pindah saat hujan kembali mengguyur Cihonje,” ucap Ipon.
Lina (39) termasuk warga yang tetap bertahan di lokasi pengungsian. Ia bersama suami dan empat kerabatnya mengungsi di SDN 2 Tegalpanjang. ”Di sini (lokasi pengungsian) semua kebutuhan terpenuhi. Tapi, kami tetap merasa lebih nyaman di rumah sendiri,” ungkap ibu empat anak ini. ”Masih ada dua korban jiwa yang tertimbun di wilayah Sukabumi. Kami terus mencari meski pihak keluarga sudah ikhlas dengan musibah ini,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto usai rakor penanggulangan bencana di Sukabumi, Minggu sore. Ia memaparkan, masih ada 3.156 keluarga di Sukabumi yang mengungsi secara mandiri ataupun di lokasi yang terpusat. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023