Reorientasi Pertumbuhan Ekonomi Jatim
Provinsi Jawa Timur (Jatim) perlu melakukan reorientasi dalam pengembangan ekonominya kedepan sehingga mampu tumbuh berkelanjutan serta bisa turun menyokong target pertumbuhan ekonomi nasional 8% seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Reorientasi ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Jatim terhadap bahan baku industri dari luar negeri atau impor serta menarik lebih banyak investasi berorintasi ekspor. Hingga kini, Jatim yang dikenal sebagai 'pabriknya', karena kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) yang besar, masih mencatatkan neraca perdagangan yang defisit. Bahkan, Juli 2023, neraca perdagangan Jatim sempat mengalami defisit hingga US$ 1,02 miliar dan defisit masih berlanjut hingga tahun ini meski dalam angka yang rendah. Sedang neraca perdagangan Jatim dengan daerah lain di Indonesia membukukan surplus. (Yetede)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
08 Feb 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023