;

Prediksi akan anjloknya Penjualan Mobil 2025

Ekonomi Yoga 06 Dec 2024 Kompas
Prediksi akan anjloknya Penjualan Mobil 2025

Pertumbuhan kredit perusahaan pembiayaan pada 2025 berpotensi melambat dibanding sebelumnya. Hal ini tak lepas dari anjloknya penjualan otomotif yang terpengaruh oleh pelemahan daya beli masyarakat. Mengutip data OJK, piutang perusahaan pembiayaan per September 2024 mencapai Rp 501,78 triliun atau tumbuh 9,39 % secara tahunan, lebih rendah dibanding 2023, yang tumbuh 13,23 % dan dibanding periode 2022 yang tumbuh 14,18 % secara tahunan. Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi menyebut, asosiasi menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 8-10 % pada 2025, lebih rendah dibanding target yang ditetapkan OJK pada 2024 sebesar 10-12 %. ”Tahun ini, kita mau tumbuh 12 % saja berat sekali, terus tumbuh 10 %, mungkin mudah-mudahan 10 %,” katanya dalam acara Pertemuan Anggota dan Apresiasi APPI di Jakarta, Kamis (5/12).

Kondisi tersebut, disebabkan ketidakpastian tahun politik seiring dilaksanakannya pemilu dan pilkada. Pertumbuhan pembiayaan yan melambat terjadi seiring lesunya pasar penjualan mobil domestik mengingat porsi piutang pembiayaan kendaraan bermotor mencapai 80 % dari total pembiayaan industri pembiayaan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesale, periode Januari-Oktober 2024 mencapai 710.406 unit atau turun 17,69 % dibanding periode yang sama pada 2023. Sementara, penjualan mobil secara retail pada Januari-Oktober 2024 mencapai 730.637 unit atau turun 13 % secara tahunan. Gaikindo sempat memperkirakan penjualan mobil hingga 1 juta unit dalam setahun. Namun, perkiraan itu berpotensi akan berbalik anjlok tahun depan apabila tarif pajak opsen atau tambahan pajak dengan besaran tertentu terhadap kendaraan bermotor diberlakukan pada Januari 2025. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :