Inovasi Vendor Teknologi Hadapi Pasar Kompetitif
Perusahaan sosial atau social enterprise semakin menjadi motor penggerak ekonomi dan pelopor perubahan sosial yang signifikan, terutama di tingkat lokal. Berdasarkan laporan The Global State of Social Enterprise dari World Economic Forum, terdapat sekitar 10 juta perusahaan sosial di dunia yang menghasilkan pendapatan hingga US$2 triliun per tahun dan menciptakan hampir 200 juta lapangan kerja, dengan separuh di antaranya dipimpin oleh perempuan.
Di Indonesia, beberapa brand lokal seperti Liberty Society dan Dama Kara menunjukkan bagaimana social enterprise dapat mengatasi tantangan sosial dan lingkungan dengan solusi inovatif. Tamara Gondo, pendiri Liberty Society, mengubah limbah korporat seperti plastik dan tekstil menjadi produk merchandise dengan memberdayakan perempuan prasejahtera. Melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi, Liberty Society bertujuan untuk menghubungkan satu juta konsumen dengan seribu perempuan prasejahtera untuk memberikan kebebasan finansial.
Sementara itu, Nurdini Prihastiti dan Bheben Oscar, pendiri Dama Kara, mendirikan bisnis batik lokal yang bukan hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memberdayakan komunitas difabel dan menciptakan lapangan kerja di masa pandemi Covid-19. Mereka bahkan mendirikan Dama Kara Foundation untuk menyediakan ruang terapi bagi anak-anak autis dan mewujudkan karya seni mereka dalam produk batik, dengan royalti yang diberikan kepada para seniman.
Di sisi lain, Riadlul Muminin atau Ryan, pendiri Hijmuku, mengembangkan bisnis helm anak dengan memanfaatkan potensi lokal, memberdayakan masyarakat desa di sekitar usahanya. Dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan anak-anak saat berkendara, Ryan berhasil mengembangkan produksi helm anak yang aman dan nyaman, melibatkan lebih dari 200 keluarga sebagai mitra dalam proses produksi.
Kesimpulannya, social enterprise di Indonesia tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. Tokoh-tokoh seperti Tamara Gondo, Nurdini Prihastiti, Bheben Oscar, dan Riadlul Muminin menunjukkan bagaimana bisnis dapat berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat dan menghadirkan perubahan sosial yang positif.
Tags :
#PengusahaPostingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023