Strategi Tingkatkan Produksi Migas Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Menteri Bahlil Lahadalia, optimistis dapat mencapai target lifting minyak mentah sebesar 605.000 barel per hari (BOPD) pada 2025 yang tercantum dalam APBN. Menteri Bahlil menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut dapat didorong melalui tiga strategi utama, yaitu: 1) penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur minyak yang ada, meski dengan biaya yang tinggi; 2) mempercepat pengembangan sumur yang sudah selesai dieksplorasi dengan segera melanjutkan perencanaan pengembangan lapangan migas (PoD); dan 3) melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru dan meningkatkan lifting.
Meskipun demikian, Menteri Bahlil mengakui bahwa target lifting minyak pada 2024 yang dipatok sebesar 635.000 BOPD mungkin tidak dapat tercapai, mengingat tantangan teknis yang dihadapi dalam sektor migas, yang memerlukan waktu lama untuk mengembangkan proyek-proyek baru.
Untuk memastikan pencapaian target jangka panjang, Bahlil menekankan pentingnya menarik investasi di sektor hulu migas. Pemerintah Indonesia tengah menawarkan berbagai skema menarik bagi investor, seperti skema bagi hasil produksi (PSC) dan skema bagi hasil final atau gross split, untuk memastikan sektor ini tetap kompetitif dan menarik bagi para investor. Dengan kebijakan tersebut, Bahlil berharap dapat menciptakan kesepakatan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan investor, guna meningkatkan investasi di sektor energi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023