;

Industri Ayam Tunjukkan Tren Positif di Pasar

Ekonomi Hairul Rizal 12 Nov 2024 Kontan
Industri Ayam Tunjukkan Tren Positif di Pasar
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 11,3% menjadi Rp 2,38 triliun hingga September 2024, meskipun pendapatannya meningkat 5,49% yoy menjadi Rp 49,71 triliun. Penurunan laba terutama disebabkan oleh kenaikan biaya operasional dan rugi selisih kurs yang melonjak hingga 774% yoy, menurut Sarkia Adelia dari Panin Sekuritas. Selain itu, gross margin CPIN turun ke 12,1% akibat peningkatan biaya upah dan overhead.

Namun, segmen broiler tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan 8,2% yoy menjadi Rp 8,4 triliun pada kuartal III 2024, meski harga rata-rata unggas menurun. Segmen DOC dan feed juga mencatatkan pertumbuhan kuartalan, tetapi secara tahunan terkoreksi. Victor Stefani dan Wilastita Muthia dari BRI Danareksa menyebut penurunan margin operasional (OPM) menjadi 3,1% turut membebani laba CPIN.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyoroti pertumbuhan penjualan terbatas dan peningkatan cost of revenue yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan. Meski demikian, Azis melihat peluang perbaikan pendapatan di kuartal IV 2024 karena potensi kenaikan harga ayam dan jagung akibat musim hujan.

Harga saham CPIN melemah 8,02% dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan sentimen negatif dari penurunan laba. Namun, prospek ke depan tetap positif. Victor memproyeksikan pendapatan CPIN mencapai Rp 67,71 triliun dengan laba bersih Rp 3,46 triliun pada 2024, didukung oleh stabilisasi harga ayam dan kebijakan baru seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sarkia merekomendasikan buy CPIN dengan target harga Rp 5.600 per saham, sementara Victor memberikan target Rp 6.400 per saham. Azis lebih netral dengan target Rp 6.860, mengingat potensi pertumbuhan laba yang terbatas.
Download Aplikasi Labirin :