;

Investasi Energi Butuh Kepastian Regulasi

Lingkungan Hidup R Hayuningtyas Putinda 15 Jul 2020 Kontan, 7 Juli 2020
Investasi Energi Butuh Kepastian Regulasi

Kabar tak sedap menyembul dari sektor energi Indonesia. Di tengah pandemi korona (Covid-19), dua investor asing di bidang migas dan kelistrikan, Shell dan Mitsui, berencana hengkang dari proyek mereka di Indonesia sebagaimana dikonfirmasi SKK Migas. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan, total investasi energi global tahun ini turun US$ 400 miliar atau turun 20% year-on-year (yoy). Awal tahun ini, investasi energi sempat tumbuh 2%.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, alasan investor ingin keluar dari Indonesia lantaran melihat regulasi yang belum sepenuhnya bersahabat dan kerap berubah-ubah. Indeks daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2020 merosot dari peringkat 32 menjadi 40.

Pada Juli tahun lalu, pemerintah menyetujui proposal Inpex Corporation, pengelola yang menguasai 65% hak partisipasi Blok Masela. Nilai investasi blok tersebut berkisar US$ 19,8 miliar. Hingga kini belum ada calon pembeli liquefied natural gas (LNG) yang kelak akan menyembur dari Blok Masela. Di sisi lain, pengembangan kilang yang berada di darat (onshore) belum berjalan. Shell ingin melepas 35% hak partisipasinya di blok tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong menilai harga minyak yang tertekan turut menjadi penyebab merosotnya investasi. Praktisi dan Pengamat Migas Tumbur Parlindungan berharap pemerintah bergerak cepat memperbaiki iklim investasi migas Tanah Air agar tidak dijauhi investor pasca pandemi Covid-19.

Di sektor kelistrikan, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat, rencana Mitsui untuk keluar dari PLTU Paiton memberi sinyal bahwa investasi di pembangkit berbahan bakar energi fosil sudah tidak lagi menarik. Niat Mitsui mundur bisa menjadi preseden di sektor kelistrikan. Oleh karena itu, Fabby meminta pemerintah all out mendorong investasi energi bersih dan efisiensi energi.

Tags :
#Minyak #Migas
Download Aplikasi Labirin :