;

Danantara: Raksasa Investasi Baru untuk Negara

Ekonomi Hairul Rizal 06 Nov 2024 Kontan (H)
Danantara: Raksasa Investasi Baru untuk Negara
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 7 November 2024, sebagai pengelola dana kekayaan negara dengan skala global. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muliaman Darmasyah Hadad sebagai Kepala Danantara, yang bertugas mengelola dana investasi di luar APBN melalui skema sovereign wealth fund (SWF). Wakil Kepala Danantara, Kaharudin Djenod Daeng Manyambeang, menambahkan bahwa berbagai regulasi tengah disiapkan untuk mendukung operasional lembaga ini.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, pembentukan Danantara adalah langkah transformasi dalam tata kelola BUMN. Danantara merupakan evolusi dari Indonesia Investment Authority (INA) dengan skala lebih besar, berfungsi mengonsolidasikan aset BUMN untuk mendanai proyek besar tanpa ketergantungan pada APBN. Dengan nilai awal dana kelolaan (AUM) sebesar US$ 10,8 miliar, Danantara menargetkan menjadi SWF terbesar ke-4 di dunia dengan AUM hingga US$ 982 miliar.

Namun, Associate Director BUMN Research Group FEB UI, Toto Pranoto, menekankan perlunya amandemen UU No. 19/2003 agar kelembagaan Danantara optimal. Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, mengingatkan pentingnya tata kelola, manajemen risiko, dan pengawasan untuk mencegah korupsi atau kerugian seperti yang pernah terjadi pada dana BUMN sebelumnya.

Dengan visi ambisius untuk bersaing di level global seperti Temasek Holdings, Danantara berpotensi menjadi pilar investasi strategis yang mendongkrak ekonomi nasional. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada profesionalisme, integritas, dan pengelolaan risiko yang ketat.
Download Aplikasi Labirin :