;

Emiten Migas Masih Bertahan di Tengah Tekanan

Emiten Migas Masih Bertahan di Tengah Tekanan
Mayoritas emiten migas mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja top line dan bottom line sepanjang Januari-September 2024, seiring dengan momentum kenaikan harga komoditas dan berbagai aksi ekspansi. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), misalnya, mencatatkan pendapatan US$ 1,78 miliar, naik 6,58% year-on-year (yoy), dengan laba bersih meningkat 12,74% menjadi US$ 273,27 juta. Roberto Lorato, CEO MEDC, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh penyelesaian proyek utama di Suban, Meliwis, dan West Belut. Meskipun produksi migas menurun akibat pengurangan hak kelola di beberapa wilayah, hal ini diimbangi dengan akuisisi di Oman.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga mencatatkan pertumbuhan kinerja, dengan pendapatan naik 7,85% yoy menjadi US$ 319,66 juta dan laba bersih naik 12,21% menjadi US$ 51,27 juta. Edoardus Ardianto, Wakil Direktur Utama ENRG, menjelaskan bahwa peningkatan ini didukung oleh kenaikan 22% produksi minyak tahunan dan stabilnya produksi gas.

Selain itu, emiten lain seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) juga menunjukkan kinerja yang solid. Menurut Emil Fajrizki, Research Analyst Stocknow.id, sektor migas memanfaatkan peluang dari kenaikan harga minyak global, meskipun volatilitas harga minyak tetap menjadi tantangan.

Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa performa emiten migas hingga akhir tahun ini akan sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah global yang dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan tensi geopolitik. Emil dan Sukarno merekomendasikan saham seperti PGAS, MEDC, ELSA, dan ENRG sebagai pilihan menarik, sementara William Wibowo, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, menyarankan strategi buy on weakness untuk ELSA, MEDC, dan WINS.
Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :