Swasembada Pangan dengan Pendekatan Iptek
Cita-cita swasembada pangan pemerintahan baru sangat mungkin dicapai. Pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikedepankan. Prioritas Prabowo setelah menjabat presiden pada Minggu (20/10) adalah swasembada pangan, energi, dan merealisasikan program makan bergizi sekali sehari. Hal tersebut disampaikan dalam pidato awal jabatannya sebagai presiden pada Sidang Paripurna MPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu. Pidato disampaikan usai Prabowo bersama Gibran mengucapkan sumpah janji dan jabatan sebagai presiden-wapres periode 2024-2029 (Kompas.id, 20/10/2024).
Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan telah mencanangkan agar Indonesia segera berswasembada pangan, yang harus direalisasikan dalam waktu cepat. ”Kita tidak boleh tergantung sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli. Karena itu, tidak ada jalan lain, dalam waktu segera kita harus mencapai ketahanan pangan,” katanya. Pemerintah baru sebaiknya mendasarkan cita-cita swasembada pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai.
Revolusi Hijau bisa menjadi contoh peningkatan produksi pangan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah pertama, yaitu menyediakan SDM yang memadai. Pemerintahan Orde Baru melakukan langkah ini dengan mengirim orang-orang terbaik untuk studi pangan di luar negeri. Dalam perencanaan swasembada, pemerintah sebaiknya mengikutsertakan peneliti untuk menentukan lahan yang tepat, perlakuan terhadap lahan, dan menerapkan mekanisasi pertanian, mulai dari penanaman sampai panen. Di samping itu, tentu aspek perubahan iklim, sosiologi, dan juga komunikasi harus diadopsi agar pertanian pangan untuk mencapai swasembada tidak mengalami masalah. (Yoga)
Postingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023