;

Perlu kah impor beras

Lingkungan Hidup Yoga 19 Oct 2024 Kompas
Perlu kah impor beras
Kisah impor beras 2024 dan 2023 serupa, tetapi tak sama. Kisah itu diawali dengan penentuan kuota impor beras di ujung tahun sebelumnya. Kemudian, dalam balutan El Nino, pemerintah menambah kuota impor lantaran Indonesia berpotensi kekurangan beras yang cukup besar. Terlepas dari bumbu politis Pemilihan Presiden 2024 yang drama-dramanya bergulir sejak 2023, harga beras memang naik tinggi. Maka, bergulirlah program bantuan beras bagi keluarga berpenghasilan rendah. Begitu impor beras terealisasi, ternyata kekurangan beras jauh sekali di bawah perkiraan awal. Akankah kisah itu terulang kembali pada 2025 dengan kacamata politik yang berbeda, yakni memenuhi janji kampanye program makan bergizi gratis? Pada akhir 2022, pemerintah telah menetapkan kuota impor beras untuk 2023 sebanyak 2 juta ton. Namun, akibat dampak El Nino, pemerintah memperkirakan Indonesia akan kekurangan beras 950.000 ton-1 juta ton.

Alhasil, kuota impor pun ditambah 1,5 juta ton menjadi 3,5 juta ton. Dari total kuota impor 3,5 juta ton beras, realisasinya 3,06 juta ton. Namun, ternyata, setelah angka tetap produksi beras nasional pada 2023 muncul, realisasi produksi beras berkurang 439.240 ton dibandingkan dengan tahun 2022. Jauh di bawah perkiraan pemerintah, bukan? Hal serupa juga terjadi tahun ini. Pada akhir 2023, pemerintah menetapkan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton untuk 2024. Namun, lantaran dampak El Nino masih berlanjut dan sejumlah daerah produsen beras kebanjiran, kuota impor pun ditambah 1,6 juta ton menjadi 3,6 juta ton. Angka potensi kekurangan beras pada tahun ini lebih fantastis dibandingkan dengan 2023, yakni 3,8 juta ton-4 juta ton. Namun, lagi-lagi, potensi penurunan produksi beras dan potensi defisit neraca produksi-konsumsi beras jauh di bawah proyeksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut. 

Pada 15 Oktober 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka sementara luas panen padi serta produksi padi dan beras tahun ini. Potensi produksi beras nasional pada Januari-Desember 2024 sebesar 30,34 juta ton. Volume produksi beras itu turun 760.000 ton atau sekitar 2,43 persen dibandingkan dengan realisasi produksi beras tahun lalu yang sebesar 31,1 juta ton. Potensi produksi 30,34 juta ton beras itu berada di bawah kebutuhan konsumsi beras tahun ini yang mencapai 31,21 juta ton. Dengan begitu, masih ada potensi defisit neraca produksi-konsumsi beras sebesar 870.000 ton. Kendati begitu, pemerintah sudah telanjur mengimpor beras dengan jumlah yang lebih fantastis dibandingkan dengan tahun lalu. BPS mencatat, pada Januari-September, volume impor beras Indonesia mencapai 3,23 juta ton. Sementara itu, Perum Bulog menyebutkan telah mengeksekusi semua kuota impor beras tahun ini yang sebanyak 3,6 juta ton. Dari jumlah itu, 2,8 juta ton sudah berada di gudang. (Yoga)
Tags :
#Beras #Impor
Download Aplikasi Labirin :