Peran Pesawat N219 Nurtanio Menekan Disparitas Harga Pangan.
N219 Nurtanio, pesawat buatan anak bangsa, telah mendunia. Pesawat itu telah menarik hati Kongo, Malaysia, dan China. Pusat Penerbangan TNI AD dan sejumlah perusahaan swasta nasional pun telah memesannya. Kini, Nurtanio tengah dinanti merampungkan salah satu misinya, yakni menekan disparitas harga pangan. N219 Nurtanio merupakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Namanya diambil dari salah satu tokoh
kedirgantaraan Indonesia, yakni Nurtanio Pringgoadisuryo. N219 merupakan pesawat multiguna generasi baru yang dirancang untuk mengangkut 19 penumpang dengan kapasitas muatan mencapai 2.313 kilogram. Pada 3 September 2024, Pemerintah Kongo melalui sebuah perusahaan multinasional resmi membeli lima pesawat
itu senilai total 66,2 juta dollar AS. Sebelumnya, pada Mei 2023, PTDI menandatangani nota kesepahaman dengan AIROD Sdn Bhd, Malaysia, untuk memasarkan dan menjual pesawat N219 Nurtanio.
Kemudian, pada November 2023, PTDI menyepakati kerja sama dengan Linkfield Technologies untuk penjualan 25 pesawat N219 Nurtanio dalam gelaran The Aero Asia 2023. Dari jumlah itu, lima pesawat akan dioperasikan sebuah perusahaan penerbangan di China dan 20 pesawat untuk perusahaan penyewaan pesawat di China.
Di dalam negeri, PTDI juga menandatangani kontrak pengembangan enam pesawat twin turboprop N219 Nurtanio dengan Kementerian Pertahanan RI. Pesawat itu akan dioperasikan Pusat Penerbangan TNI AD. Nurtanio tersebut dirancang khusus untuk memenuhi tuntutan operasi militer modern. Terbaru, pada September 2024, PT Indo Aviasi Perkasa membeli dua pesawat N219. Pesawat itu akan digunakan untuk mengimplementasikan salah satu program transformasi ekonomi di Kepulauan Riau.
Tidak hanya itu, PTDI juga menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Pengembangan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Provinsi Bali untuk mendukung transformasi ekonomi Kerthi Bali dengan PT Jamkrida Bali Mandara. Hal itu terkait upaya pengembangan ekosistem dirgantara dan pariwisata di Bali utara. Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menjelaskan, pengembangan ekosistem dirgantara di Bali utara akan dilakukan melalui pembangunan pusat kedirgantaraan. Hal itu mencakup pengembangan pusat pelatihan penerbangan serta pusat perawatan, perbaikan, dan overhaul pesawat terbang dengan memanfaatkan Bandara Letnan Kolonel Wisnu di Buleleng. ”Selain itu, akan dikembangkan pula penerbangan pariwisata dengan menjadikan
bandara tersebut sebagai hub penerbangan pariwisata yang menggunakan pesawat karya anak bangsa N219 Nurtanio dan N219 Amfibi,” ujarnya melalui siaran pers. (Yoga)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023