;

Kredit Bermasalah Bank Digital Kembali Meningkat

Ekonomi Hairul Rizal 07 Oct 2024 Kontan
Kredit Bermasalah Bank Digital Kembali Meningkat

Kualitas aset perbankan digital mengalami pemburukan. Sebagian besar bank di kelompok ini mencatat kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), kendati portofolio kredit tumbuh pesat. Berdasarkan laporan keuangan sejumlah bank digital, dari sembilan bank yang ditelisik, enam di antaranya mengalami kenaikan NPL. Tapi, dari jumlah tersebut, lima di antaranya masih mencetak pertumbuhan kredit. Kendati begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae memandang, kondisi NPL bank-bank dengan layanan digital secara umum masih dalam batas wajar. "Bank digital yang bermitra dengan fintech harus menerapkan kebijakan manajemen risiko yang lebih ketat dan inovasi teknologi untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional," kata Dian, baru-baru ini. Rasio NPL paling tinggi dicatat Bank Amar Indonesia, mencapai 8% per Juni 2024, naik dari 7,33% pada Juni 2023. 

Adapun kredit bank ini tumbuh 25,26% pada periode tersebut jadi Rp 8,028. Artinya, nilai portofolio bermasalah Bank Amar semakin banyak. Krom Bank Indonesia mencatat rasio NPL naik dari 0,77% jadi 3,93%. Portofolio kreditnya tumbuh 113,19%. Ini menunjukkan banyak kredit bank afiliasi Kredivo ini masuk kategori bermasalah. Sementara Allo Bank mengalami kenaikan rasio NPL dari 0,05% jadi 0,42% per Juni 2024. Kreditnya tumbuh 7,95% jadi Rp 8,02 triliun. Direktur Utama Allo Bank Indra Utoyo mengatakan, untuk menjaga kualitas aset, Allo Bank masih fokus menyalurkan kredit secara langsung. Sementara rasio NPL Bank Raya masih tinggi, yakni 4,14% per Juni 2024. Tapi, NPL sudah susut dari 4,35% pada Juni 2023. Penyusutan terjadi saat kreditnya tumbuh 12,15%. Direktur Keuangan Bank Raya Rustarti Suri Pertiwi mengatakan, pihaknya akan mengutamakan pertumbuhan yang sehat dalam ekspansi, guna menjaga kualitas aset.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :