Perusahaan Tingkatkan Kapasitas PLTP untuk Energi Baru Terbarukan
Komitmen pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2025-2035, dengan target minimal 60%. Dalam konteks ini, laporan Bloomberg New Energy Finance (BNEF) mencatat adanya investasi lebih dari US$2 miliar untuk pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Beberapa perusahaan, seperti Star Energy Geothermal, berencana untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mereka, meningkatkan total kapasitas dari 886 MW menjadi 988,6 MW. Direktur Teknik Ormat Technologies Indonesia, Remi Harimanda, menekankan pentingnya pengembangan potensi sumber daya panas bumi yang mencapai 24 GW untuk mendukung emisi nol bersih.
Selain itu, perusahaan-perusahaan seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. dan Chevron juga aktif dalam eksplorasi potensi panas bumi, dengan komitmen investasi yang signifikan. Julfi Hadi, Direktur Utama PGEO, menegaskan bahwa mereka sedang mengejar target ambisius dalam memperluas kapasitas PLTP untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.
Dengan berbagai upaya tersebut, Indonesia menunjukkan keseriusan dalam transisi energi menuju pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, menjadikan panas bumi sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai target energi nasional.
Tags :
#Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023