Smelter Tembaga PTFI: Status Hulu-Hilir Tambang
PT Freeport Indonesia (PTFI) yang meneguhkan posisinya sebagai perusahaan pertambangan terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan rencana peresmian produksi perdana smelter tembaga baru di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Menurut Katri Krisnati, VP Corporate Communications PTFI, smelter ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pekan depan. Smelter tersebut mulai beroperasi sejak akhir Juni 2024, dengan kapasitas input 1,7 juta ton konsentrat tembaga dan output katoda tembaga 600.000-700.000 ton per tahun.
Katri juga menambahkan bahwa peresmian smelter ini merupakan bukti komitmen Freeport terhadap izin usaha pertambangan khusus (IUPK) 2018 dan dukungan terhadap program hilirisasi pemerintah. Proyek yang menelan investasi US$3,7 miliar atau Rp58 triliun ini berada di lahan 100 hektare di kawasan ekonomi khusus JIIPE.
Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa peresmian tiga smelter, termasuk milik PT Amman Mineral Internasional Tbk di NTB dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, akan mendorong hilirisasi tembaga dan bauksit di Indonesia.
Postingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023