BKF Ekonomi Mengarah ke Skenario Sangat berat minus 0,4 persen
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan Pertumbuhan ekonomi terancam (turun) dari skenario berat sebesar 2,3% menuju skenario sangat berat sebesar -0,4%. Hal ini disampaikan dalam diskusi Leaders Talk dengan topik Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal. Pemerintah telah melakukan realokasi dan refocusing anggaran pada tiga hal, yakni kesehatan, jaringan pengaman sosial, dan bantuan untuk dunia usaha untuk mendukung pemulihan ekonomi. Kendati begitu, ia mengatakan proses pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang panjang ke situasi sebelum Covid-19.
Adapun pemerintah juga sudah menambah anggaran penanganan pandemi Covid-19 hingga Rp 18 triliun, dari Rp 677,2 triliun menjadi Rp 695,2 triliun. Peningkatan anggaran diperuntukkan untuk sektoral K/L dan Pemda, yang naik Rp 9 triliun dari Rp 97,11 triliun menjadi Rp 106,11. Kemudian menaikkan anggaran untuk pembiayaan korporasi sebesar Rp 9 triliun dari Rp 44,57 triliun menjadi Rp 53,57 triliun. Juga sektor kesehatan Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,90 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, dan UMKM Rp 123,46 triliun.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dalam tekanan paling berat dan diperkirakan kontrkasi hingga -3,1%. Hal ini seiring pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap ekonomi nasional
Postingan Terkait
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023