;

BKF Ekonomi Mengarah ke Skenario Sangat berat minus 0,4 persen

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 22 Jun 2020 Investor Daily, 18 Juni 2020
BKF Ekonomi Mengarah ke Skenario Sangat berat minus 0,4 persen

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan Pertumbuhan ekonomi terancam (turun) dari skenario berat sebesar 2,3% menuju skenario sangat berat sebesar -0,4%. Hal ini disampaikan dalam diskusi Leaders Talk dengan topik Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal. Pemerintah telah melakukan realokasi dan refocusing anggaran pada tiga hal, yakni kesehatan, jaringan pengaman sosial, dan bantuan untuk dunia usaha untuk mendukung pemulihan ekonomi. Kendati begitu, ia mengatakan proses pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu yang panjang ke situasi sebelum Covid-19.

Adapun pemerintah juga sudah menambah anggaran penanganan pandemi Covid-19 hingga Rp 18 triliun, dari Rp 677,2 triliun menjadi Rp 695,2 triliun. Peningkatan anggaran diperuntukkan untuk sektoral K/L dan Pemda, yang naik Rp 9 triliun dari Rp 97,11 triliun menjadi Rp 106,11. Kemudian menaikkan anggaran untuk pembiayaan korporasi sebesar Rp 9 triliun dari Rp 44,57 triliun menjadi Rp 53,57 triliun. Juga sektor kesehatan Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial Rp 203,90 triliun, insentif usaha Rp 120,61 triliun, dan UMKM Rp 123,46 triliun.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dalam tekanan paling berat dan diperkirakan kontrkasi hingga -3,1%. Hal ini seiring pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap ekonomi nasional

Tags :
#Krisis #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :