Presiden Joko Widodo Menugaskan Bahlil Menggantikan Arifin Tasrif
BAHLIL Lahadalia dilantik menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, kemarin, 19 Agustus 2024. Presiden Joko Widodo menugaskan Bahlil menggantikan Arifin Tasrif untuk membenahi, antara lain, industri hulu minyak dan gas. Kemampuan produksi yang terus turun membuat Indonesia makin bergantung pada impor.
Bahlil berencana segera duduk bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi hingga kontraktor, seperti PT Pertamina (Persero), yang kini berkontribusi pada 60 persen produksi nasional, untuk memetakan akar masalah di industri hulu migas serta mencari solusinya. "Kalau itu persoalan di regulasi, kita cari tahu apa yang harus kita ubah, sweetener apa yang harus negara berikan agar kita kompetitif," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.
Daya saing ini penting lantaran industri hulu migas sepi peminat. Setidaknya dalam lima tahun terakhir, investasi yang masuk ke industri ini stagnan di kisaran US$ 10 miliar. Baru tahun lalu pemerintah mencatat investasi senilai US$ 15,6 miliar. Itu pun masih di bawah target pemerintah yang sebesar US$ 17,4 miliar. Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Moshe Rizal mengatakan minimnya investasi ini merupakan penyebab penurunan produksi migas nasional. "Bagaimana menarik investasi ini yang menjadi pekerjaan rumah untuk Menteri ESDM," katanya kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
30 Jun 2025
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
28 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023