Perundungan Mahasiswa Pendidikan Dokter Spesialis Unpad
Satu mahasiswa program pendidikan dokter spesialis bedah saraf Unpad mengundurkan diri karena diduga menjadi korban perundungan. Peristiwa itu dialami korban di RS Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, tahun ini. Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Profesor Yudi Mulyana Hidayat mengatakan, sedikitnya enam mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) bedah saraf menjadi korban perundungan di RSHS. Satu di antara mahasiswa PPDS tersebut mengundurkan diri karena trauma. Yudi memaparkan, pihaknya telah berupaya membujuk mahasiswa tersebut membatalkan pengunduran dirinya. Namun, tak berhasil.
Selanjutnya, 10 pelaku yang terlibat perundungan mahasiswa PPDS bedah saraf mendapatkan sanksi pada Juni 2024. Mereka terdiri dari satu dosen dan sembilan residen senior. Sanksi terberat adalah menghentikan proses studi dua residen senior pendidikan spesialis bedah saraf. Sementara dosen yang terlibat mendapatkan sanksi berat dari Kemenkes. ”Saat ini, lima mahasiswa yang menjadi korban perundungan tetap melanjutkan kuliahnya. Komisi Antiperundungan yang dibentuk Fakultas Kedokteran Unpad terus mendampingi mereka hingga kini,” kata Yudi, Senin (19/8).
Ia mengakui, perundungan yang dialami para korban sungguh berlebihan. Bahkan, diduga para korban dalam perundungan harus mengeluarkan uang di luar biaya pendidikan PPDS. Berdasarkan data kajian etik dan hukum perundungan di RSHS yang dikeluarkan Kemenkes, tindakan perundungan yang dialami mahasiswa, antara lain, mengeluarkan dana di luar biaya pendidikan sebesar Rp 65 juta setiap mahasiswa, untuk kebutuhan mahasiswa senior, seperti makan, menyewa mobil, serta membeli obat dan barang. Juga pemukulan terhadap salah satu mahasiswa sebagai hukuman jika terlambat. Ada juga penggunaan kata kasar untuk mahasiswa yunior. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023