Perlambatan Ekonomi
BPS (5/8) mengumumkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II tahun 2024 sebesar 5,05 % secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2024 lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi triwulan II- 2023, di 5,17 %. Kedua angka ini memberi gambaran, ekonomi nasional sedang mengalami perlambatan, dimana pertumbuhan masih memiliki arah positif, tapi tidak setinggi periode sebelumnya. Secara spasial, kue ekonomi nasional lebih dari separuh (57,04 %) masih disumbang Pulau Jawa yang pada triwulan II-2024 tumbuh 4,92 % (yoy).
Pulau Sumatera kedua (22,08 %) dengan pertumbuhan ekonomi 4,48 %. Pertumbuhan ekonomi tinggi belum tentu memberi dampak yang senapas pada tingkat kemiskinan. Keragaman angka pertumbuhan ekonomi secara spasial antarprovinsi maupun antarpulau memberi gambaran adanya disparitas ekonomi nasional. Namun, jika ditelaah lagi pada angka pertumbuhan yang dihasilkan setiap pulau, terlihat adanya sinyal konvergensi. Sumber pertumbuhan tidak lagi terpusat hanya di Pulau Jawa, tetapi telah menyasar ke daerah timur.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I tahun ini mencapai 5,08 %, melampaui pertumbuhan sebelum pandemi Covid-19 pada kurun waktu yang sama. Pertumbuhan semester I-2019 tercatat 5,06 %. Bersamaan dengan itu, angka kemiskinan nasional konsisten mengalami penurunan, sejak Maret 2021 hingga Maret 2024. Angka kemiskinan Maret 2024 yang mencapai 9,03 % juga lebih rendah dibanding sebelum pandemi, di 9,41 %. (per Maret 2019). (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023