;

Harga Gula Masih Mahal

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 18 Jun 2020 Republika, 09 Jun 2020
Harga Gula Masih Mahal

Komoditas gula pasir secara nasional masih dihargai pada level Rp 16.700 per kilogram (kg). Meski telah dibuka importasi gula dan operasi pasar, pergerakan harga dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan penurunan yang landai menuju harga eceran tertinggi (HET)Rp 12.500 per kg.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan, pemerintah hingga saat ini masih berupaya menurunkan harga gula dengan menambah pasokan di pasar.

Suhanto menilai, belum turun nya harga gula secara signifikan lantaran proses distribusi yang belum normal. Selain itu, ia berdalih sistem pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah terus memicu perlambatan pengiriman barang.

Pemerintah juga memutuskan untuk melakukan konversi gula kristal rafinasi (GKR) menjadi gula kristal putih (GKP) pada Maret lalu sebesar 250 ribu ton.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan distribusi gula guna mempercepat terpenuhinya permintaan di pasar. Ia menilai, harga secara riil saat ini masih sekitar Rp 17 ribu per kg.


Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menuturkan mulai mengalami tekanan harga gula tebu seiring dimulainya musim giling tebu pada bulan ini. APTRI menilai, tekanan harga itu salah satunya dipicu dengan masuknya importasi gula secara bersamaan.

Sekretaris Jenderal APTRI Nur Khabsyin menuturkan, stok impor gula yang terus berdatangan ditambah dengan mulai diproduksinya gula tebu lokal akan membuat pasokan berlimpah.

Sesuai perhitungan APTRI, biaya pokok produksi gula berdasarkan kajian lapangan sudah menyentuh Rp 12.772 per kg. Khabsyin pun kembali mendesak pemerintah untuk mulai memperhatikan petani tebu setelah disibukkan dengan stabilitasi harga di tingkat konsumen.

Download Aplikasi Labirin :