Petani Cemaskan Penurunan Harga Kopi Robusta
Baru saja menikmati lonjakan harga, petani di Sumsel kini dibayangi kecemasan karena harga kopi robusta yang berangsur turun dalam sepekan terakhir. Tidak sedikit petani buru-buru menjual stok kopi yang disimpannya karena takut harga terus merosot. ”Seminggu terakhir, harga kopi anjlok. Banyak petani yang kena prank (tipu) isu harga bakal terus naik. Sekarang, harga kopi justru turun di kisaran Rp 2.000-Rp 5.000 per kg,” ujar petani kopi asal Sindang Danau, Ogan Komering Ulu Selatan, Sumsel, Setia Budi (38) Senin (29/7).
Budi mengatakan, sejak Senin (22/7), harga biji kopi robusta dari petik buah asalan turun dari Rp 70.000-Rp 71.000 per kg menjadi Rp 68.000 per kg. Selanjutnya, harga terus turun Rp 1.000-Rp 1.500 per kg setiap hari hingga sekarang berada di angka Rp 63.000 per kg. ”Terakhir kali harga kopi Rp 63.000 per kg terjadi pada akhir April sampai Mei lalu,” katanya. Banyak petani kecewa dengan penurunan harga itu. Sebab, tak sedikit petani menyimpan hasil panen atau tak langsung menjualnya saat harga kopi Rp 70.000 per kg.
Mereka telanjur percaya spekulasi bahwa harga akan terus naik hingga di atas Rp 80.000 per kg. Namun, kini yang terjadi justru sebaliknya. Harga bukannya terus naik, melainkan merosot. Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang mereka himpun, penurunan harga itu karena gudang besar di Bakauheni, Lampung, penuh dan masih menunggu pengiriman ke negara-negara tujuan ekspor. Basis harga di Lampung turun, tetapi tidak signifikan. ”Jadi, ada kemungkinan penurunan harga drastis di tingkat petani karena ada permainan tengkulak. Mereka coba mengambil kesempatan di tengah basis harga yang sedang turun,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023