;

Rekor Harga Kopi, Momentum Benahi Hulu

Lingkungan Hidup Yoga 25 Jul 2024 Kompas
Rekor Harga Kopi, Momentum Benahi Hulu
Petani di Tanah Air menyambut panen raya kopi yang harganya mencapai rekor tertinggi dalam sejarah.  Fenomena ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kopi dalam negeri di tengah ancaman perubahan iklim dan minimnya perhatian di kebun. Harga biji beras (greenbean) kopi robusta Rp 100.000-Rp 120.000 per kg. Di pasaran, harga bubuk kopi robusta jenis premium (fine robusta) melampaui Rp 250.000 per kg, menyamai  kopi arabika yang selama ini jadi primadona. Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Romi Junanto Utama mengatakan, lonjakan harga kopi robusta tahun ini dipengaruhi menurunnya pasokan kopi dari Vietnam dan Brasil.  Ke depan, jika pasokan kopi dua negara itu sudah pulih, harga kopi diperkirakan turun meski tidak setajam 5-10 tahun terakhir. 

Karena itu, saat ini menjadi momentum penting memberdayakan petani kopi untuk menghasilkan kopi berkualitas sehingga harganya terjaga. ”Ke depan, kopi berkualitas yang akan tetap bertahan dengan harga jual tinggi,” kata Romi, Rabu (24/7). Namun, tingginya harga belum seiring produktivitas yang optimal. Di berbagai daerah sentra, produktivitas kopi rendah dan terus menurun. Ketua Dewan Kopi Sumsel, Zain Ismed mengatakan, petani robusta di Sumsel gembira menyambut panen raya karena harga yang melonjak, tapi euforia itu terancam sesaat. ”Masih sebagian kecil petani yang mampu meningkatkan produktivitas kopi di kebun hingga 2-3 ton per hektar,” ujarnya. Sebagian besar kebun hanya menghasilkan 1 ton biji kopi per hektar. 

Berdasar laporan Statistik Kopi Indonesia 2022 yang dirilis BPS, luas kebun kopi di Indonesia 1.279.570 hektar dengan total produksi 786.191 ton pada 2021. Rata-rata produktivitas kebun kopi di Tanah Air hanya 0,817 ton per hektar. Bahkan, data Kementan menyebut luas kebun kopi di Indonesia tahun 2023 susut menjadi 1.268.906 hektar dengan produksi 756.096 ton. Produktivitas kopi masih jauh di bawah target Presiden Jokowi. Saat kunjungannya ke Lampung Barat, Jumat (12/7), Presiden mengakui produktivitas masih berkisar 1-2 ton per hektar. Presiden ingin memacunya hingga 8-9 ton per hektar. Sinergi antara petani, swasta, dan pemerintah diperlukan untuk menjamin produktivitas dan kualitas kopi di Tanah Air serta meningkatkan kesejahteraan petani di hulu. (Yoga)
Tags :
#Kopi #Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :