Obral Janji ke Masyarakat Adat
Gunarto, 43 tahun, tidak lagi berharap kepada Presiden Joko Widodo. Petani asal Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, itu ragu Presiden Jokowi dapat menepati janjinya menyelesaikan konflik antara masyarakat adat Samin atau Sedulur Sikep dan perusahaan PT Semen Indonesia pada akhir masa pemerintahannya.
“Kami sudah pasrah. Presiden (Jokowi) sepertinya tidak akan menolong kami. Presiden sedang sibuk mengurus pemilihan presiden,” kata Gunarto, Jumat, 19 Januari 2024. Sedulur Sikep sejak awal menolak pembangunan pabrik semen itu karena merusak lingkungan dan akan mengakibatkan krisis air. Pembangunan pabrik tetap dipaksakan meski masyarakat Samin sudah berkali-kali berunjuk rasa menentangnya.
Presiden Jokowi lantas berjanji menyelesaikan konflik yang disebabkan oleh pembangunan pabrik semen di wilayah pegunungan karst Kendeng tersebut. Presiden memerintahkan dilakukan pengkajian ihwal dampak lingkungan atas aktivitas pabrik semen itu. Menurut kajian ini, kata Gunarto, aktivitas pabrik semen di wilayah pegunungan karst Kendeng terbukti merusak lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat. “Namun, atas kajian itu, Presiden tak kunjung menghentikan aktivitas perusahaan,” ujar Gunarto.
Dalam situasi ini, Gunarto didatangi oleh calon presiden Anies Rasyid Baswedan pada Agustus 2023. Anies datang ke kediaman Gunretno, kakak Gunarto, di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah. Pertemuan itu disebut sekadar silaturahmi Anies ke Gunretno. “Pak Anies ingin mendengar masalah kami,” ujar Gunarto. (Yetede)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023