Ramai Soal BBM Baru
PEMERINTAH bersiap memproduksi bahan bakar minyak atau BBM baru jenis solar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengklaim BBM baru ini lebih rendah sulfur tanpa perlu mencampurnya dengan bahan bakar nabati. Solar hijau yang bakal diproduksi ini merupakan hasil pengolahan minyak mentah menjadi BBM solar. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan solar hijau ini penting untuk mewujudkan target nol emisi. "BBM rendah sulfur ini bagian dari upaya mendukung bahan bakar ramah lingkungan," ujar anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman, kepada Tempo, Selasa, 16 Juli 2024.
Kandungan sulfur dalam BBM yang diproduksi Pertamina saat ini masih tinggi. Hal itu tercatat dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 146.K/10/DJM/2020 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Solar yang Dipasarkan di Dalam Negeri. Dalam aturan itu disebutkan bahwa PT Pertamina (Persero) baru bisa memproduksi BBM dengan kadar sulfur 500 sampai 50 part per million (ppm).
Jika Indonesia hendak memproduksi solar yang sesuai dengan standar berkelanjutan, kandungan sulfurnya harus di bawah 50 ppm. Saleh menuturkan saat ini kilang Pertamina RU VI Balongan baru bisa memproduksi solar dengan kadar sulfur 50 ppm. Distribusi BBM baru ini akan diuji coba pada 17 Agustus 2024. Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi Agus Cahyono menyatakan pihaknya masih mencari bahan pencampur yang bisa mengurangi kandungan sulfurnya. Selain itu, proyek PT Kilang Pertamina Balikpapan yang akan memproduksinya kini belum rampung. (Yetede)
Tags :
#BBMPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023