;

Dua Sisi Pemanfaatan Biomassa untuk PLTU

Dua Sisi Pemanfaatan Biomassa untuk PLTU

Implementasi pencampuran biomassa dengan batubara atau co-firing pada PLTU mampu meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi kelistrikan. Pemanfaatan limbah pengolahan kayu (biomassa) juga turut menggerakkan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, permintaan biomassa dari kayu dikhawatirkan mengancam kelestarian hutan. Di sudut Desa Pakuan, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (11/6) Sahman (42) memeriksa dengan detail pekerjaan pekerjanya di penggergajian kayu (sawmill) miliknya. Bukan sekadar mengejar pesanan kayu gergajian, melainkan juga produksi serpihan kayu (woodchip) untuk memenuhi kebutuhan biomassa PLTU Jeranjang, Lombok Barat.

Sebulan terakhir, ia ditarget memproduksi 75 ton serpihan kayu oleh perusahaan agregator biomassa yang memiliki kontrak kerja dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI). ”Sebelumnya, saya harus mencari orang untuk mengangkut atau membersihkan limbah kayu tak terpakai. Tetapi sekarang termanfaatkan. Pendapatan kotor dari penjualan woodchip bisa Rp 30 juta per bulan. Tetap mesti dipotong biaya sana-sini. Dapatnya tidak terlalu besar, tetapi saya tertarik karena kontraknya jangka panjang,” kata Sahman. Ia memanfaatkan sisa-sisa kayu, seperti ranting, yang tak terpakai dalam produksi kayu gergajian. Satu mesin pemotong pun dapat memproduksi serpihan kayu sebesar 2-5 cm, lalu di karungkan dan dikirim ke PLTU Jeranjang sebagai biomassa alam penerapan co-firing.

Selain menambah pendapatan, produksi serpihan kayu untuk biomassa turut memberdayakan warga Desa Pakuan. ”Dari sebelumnya lima pekerja, sekarang menjadi sepuluh pekerja. Kami juga jadi mempekerjakan emak-emak, yang selama ini bertani, untuk memasukkan serpihan kayu ke karung. Upahnya Rp 2.000 per karung dan dalam sehari bisa mengerjakan hingga 50 karung,” ujar Sahman. Salah satu kendala penyediaan pasokan biomassa untuk PLTU Jeranjang ialah keterbatasan sumber pasokan. Kilang penggergajian kayu di Lombok tidak sebanyak di Pulau Jawa sehingga pasokan serpihan kayu cukup menantang.

Direktur Biomassa PT PLN EPI Antonius Aris menuturkan, biomassa yang digunakan dalam co-firing berasal dari limbah atau residu yang tidak terpakai. Dalam kontrak dan komitmen dengan mitra pemasok, dilakukan due diligence atau uji tuntas guna memastikan bahwa biomassa yang dipasok berbasis limbah, residu, ataupun kayu hasil peremajaan pohon karet. Kendati biomassa turut berperan meningkatkan energi terbarukan dalam bauran ketenegalistrikan di Indonesia, muncul kekhawatiran terjadinya deforestasi dalam rangka memenuhi target penggunaan biomassa. Bagi sejumlah kalangan, biomassa sebatas solusi sementara karena jika implementasinya terus meningkat akan dibutuhkan pasokan kayu lebih banyak lagi ke depannya. (Yoga)


Tags :
#Varia #
Download Aplikasi Labirin :