;

Menanti Kenaikan Permintaan Semen

Ekonomi Hairul Rizal 12 Jul 2024 Kontan
Menanti Kenaikan Permintaan Semen

Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tahun ini diperkirakan mampu bertumbuh. Pertumbuhan ini seiring permintaan semen yang meningkat. Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry Tambayong memproyeksi, volume penjualan semen INTP akan melemah sekitar 3% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal II 2024. Namun, secara tahunan diproyeksi masih akan tumbuh 15% year on year (yoy) di kuartal II 2024. Peningkatan volume pada Mei 2024 dan ekspektasi volume pada Juni 2024 tidak sepenuhnya mengimbangi pelemahan pada April 2024 lalu. Dengan penjualan massal tetap menjadi pendorong dominan untuk volume penjualan.   Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga jual rata-rata (ASP) meningkat sekitar 1% secara kuartalan kuartal II 2024, seiring kenaikan harga semen kantong INTP dalam dua bulan terakhir di daerah tertentu. Namun, secara tahunan ASP di kuartal II akan tetap lebih rendah 4% karena promosi agresif April tahun ini. Ia berpandangan volume penjualan INTP pada semester II akan meningkat sebesar 36%. 

Secara keseluruhan, Richard mempertahankan estimasi penjualan sepanjang tahun ini tumbuh 2% YoY jadi Rp 18,88 triliun dengan laba bersih turun 11% YoY menjadi Rp 1,73 triliun. Analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Kristo Saragih memaparkan, volume penjualan semen INTP sebesar 1,6 juta ton hingga Mei 2024. Hasil itu tumbuh 71,7% secara bulanan dan 21,4% secara tahunan. Pertumbuhan didorong volume penjualan di Jawa sebesar 1,08 juta ton atau tumbuh 25% yoy, diikuti oleh luar Jawa sebesar 0,52 juta ton atau tumbuh 14,4% yoy. Pangsa pasar INTP juga semakin luas berkat masuknya Semen Grobogan. Pangsa pasar INTP di Jawa Tengah mencapai 42,4%. Selain itu, kontribusi volume semen dari Jawa Tengah mencapai 18,9% dari total volume. Secara nasional, pangsa pasar hingga Mei 2024 meningkat menjadi 29,6%. "Secara keseluruhan, volume hingga Mei 2024 menyumbang 35,7% dari proyeksi kami, dibandingkan dengan kisaran historis tiga tahun terakhir sebesar 35%-36%," tulis Andreas dalam riset 28 Juni. Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer menilai prospek INTP akan tetap positif. Permintaan semen domestik masih akan meningkat sebesar 65,6 juta ton pada 2024. Di sisi lain, tantangan INTP masih terkait oversupply. Untuk target jangka panjang, Khaer memproyeksikan INTP bisa menyentuh Rp 9.000 per saham dengan rekomendasi akumulasi.

Download Aplikasi Labirin :