;

Memperbaiki Defisit Produksi Susu

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 04 Jun 2020 Republika, 02 Jun 2020
Memperbaiki Defisit Produksi Susu

Produksi susu dalam negeri belum mampu mengimbangi kebutuhan konsumsi, meski tingkat konsumsi masyarakat Indonesia pun masih relatif rendah. Rendahnya produksi susu berkaitan erat dengan tingkat populasi sapi perah di dalam negeri. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menuturkan, total populasi sapi perah nasional pada 2019 sebanyak 561.061 ekor. Dari populasi itu, produksi susu sapi dalam negeri (SSDN) diperkirakan mencapai 996.442 ton.

Sementara itu, total kebutuhan nasional susu bagi masyarakat Indonesia mencapai 4,33 juta ton. Ketut menyampaikan, produksi SSDN yang ada hanya mampu memenuhi sekitar 22 persen dari kebutuhan nasional. Pertumbuhan populasi sapi perah dan pertumbuhan produksinya belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi sehingga ketersediaan sebagian besar produk susu dan turunannya melalui importasi yang semakin lama semakin meningkat. Ketut memaparkan, produksi susu saat ini juga masih didominasi oleh susu sapi. Padahal, Indonesia memiliki potensi ternak lain seperti kambing perah, kambing peranakan ettawa, dan kambing saanen. Ia menegaskan, Kementerian Pertanian terus mengejar target pada 2025 sebanyak 60 persen kebutuhan susu, dipenuhi oleh produksi lokal.

Dewan Persusuan Nasional (DPN) menyatakan, sektor persusuan peternakan sapi perah rakyat masih jauh dari yang diharapkan untuk dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan susu segar sebagai sumber protein hewani. Kebutuhan susu juga masih bergantung kepada pemasaran industri pengolahan susu. Dalam kurun waktu hampir 20 tahun, produksi susu segar stagnan, tidak ada pertumbuhan yang signifikan, kata Ketua DPN Teguh Boediyana.

Download Aplikasi Labirin :