;

Merayu Anak Muda Semarang untuk ”Njamu” Bareng

Merayu Anak Muda Semarang untuk ”Njamu” Bareng

Empat pemudi duduk sambil bercerita di Herbal Corner, kafe minuman herbal di Semarang Tengah, Jateng, Rabu (19/6). Adette (20), salah satu dari mereka, memegang kunyit asam grande. Warga Candisari, Semarang, meyakini minuman berbahan dasar kunyit dan asam jawa itu bisa mengatasi nyeri menstruasi yang dideritanya. Minuman itu selalu dicari sebulan sekali oleh mahasiswi program studi gizi perguruan tinggi negeri Kota Semarang itu. Adette yang kehilangan pedagang jamu keliling langganannya kegirangan menemukan kafe herbal itu lewat video yang muncul di Instagramnya.Tanpa pikir panjang, Adette langsung datang ke kafe tersebut. Di kafe itu, jamu-jamu dicampur dengan bahan lain, kemudian diolah menjadi aneka minuman kekinian, seperti jamu blend (diblender), jamu shake (kocok), dan es krim jamu. Terkesan dengan olahan jamu di kafe itu, Adette sering mengajak teman-temannya untuk njamu di tempat itu.

”Meski tidak menstruasi, saya tetap datang. Soalnya, jamunya unik, kekinian, tak membosankan. Tampilannya menarik. Saya dapat manfaat khasiat jamu tanpa mengecap atau membaui aroma jamu,” ujarnya. Selain olahan minuman jamu yang dibanderol Rp 25.000-Rp 30.000, kafe juga menjual jamu-jamu cair, serbuk, tablet, dan kapsul. Tak hanya di kafe minuman herbal, jamu produksi Sido Muncul yang diolah menjadi es krim juga dijual di sejumlah kafe di Kota Semarang. Penyajian jamu menjadi minuman kekinian di sejumlah tempat itu meru pakan upaya Sido Muncul, produsen jamu di Semarang, membuat jamu lebih menarik dan gampang dijangkau, khususnya untuk konsumen muda. Di sejumlah hotel yang merupakan anak usaha Sido Muncul, pengelola selalu menawarkan tamu untuk mencicipi jamu seduh Sido Muncul. Jadi, mari kita njamu bareng. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :