Menakar Padi Antirugi ala Penebas
Sembari duduk di bawah pepohonan, Sadiman memandangi tanaman padi dalam sepetak sawah yang tingginya hampir mencapai 1 meter. Dari kejauhan, tanaman padi tersebut mulai menguning dan sekilas terlihat siap untuk dipanen. Namun, Sadiman berpandangan lain. Padi tersebut baru siap dipanen sekitar tiga hari lagi atau saat masuk di usia 90 hari. ”Perkiraan saya tiga hari lagi bisa dipanen dalam keadaan kering. Ini masih ada hijaunya sedikit,” ungkapnya saat ditemui di Kecamatan Patrol, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Sabtu (30/3/2024) siang. Hanya dengan memperhatikan sawah tersebut, Sadiman bisa mengetahui jenis padi di
lahan itu adalah varietas Inpari 32.
Dia memperkirakan, bobot padi dalam 1 meter persegi bisa mencapai sekitar 7,5 ons. Jika dikalikan dengan luas lahan yang mencapai 3.000 meter persegi, produktivitasnya diperkirakan sekitar 2,25 ton gabah kering panen. Jika dikalikan dengan harga gabah pada saat itu, yakni sekitar Rp 5.900 per kilogram, maka sawah petani tersebut layak dihargai sekitar Rp 13,3 juta. Artinya, jika ingin membeli sawah petani tersebut dengan sistem borongan, harga yang ditawarkan kepada petani berkisar Rp 10 juta-Rp 11 juta. ”Yang penting masih ada selisih. Sekitar Rp 1 juta nanti buat sewa alat pemotong padi dan tenaga,” katanya. Sadiman adalah penebas asal Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dia biasa membeli tanaman padi dari petani dengan sistem borongan. Sebelum padi dipanen, dia sudah membeli petak sawah petani dengan harga yang disepakati bersama. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023