Bekas Tambang Kaltim Prima Coal untuk Nahdlatul Ulama
Saat membuka Muktamar Nahdlatul Ulama atau NU ke-34 di Lampung pada 22 Desember 2021, Presiden Joko Widodo mengarahkan anggota muda organisasi massa Islam itu untuk memperkuat ekonomi. Pemerintah, kata Jokowi, bakal membantu dengan memberikan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian atau tujuan lain jika NU bisa menyiapkan badan usahanya. Kini, tiga tahun kemudian, Jokowi memenuhi janji tersebut. Dia memberikan konsesi tambang batu bara buat NU. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan lahan bekas PT Kaltim Prima Coal atau KPC, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, untuk NU. Lokasi tambang batu bara ini berada di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Disebut bekas lantaran lahan tersebut sebelumnya dikelola KPC.
Menurut Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, NU sudah memiliki badan usaha berbentuk perseroan terbatas yang mengajukan izin pertambangan. Dia mengatakan proses pengurusan izin untuk mengelola tambang tersebut tak lama lagi rampung. “Insya Allah minggu ini,” kata Bahlil, kemarin. Izin tambang KPC seharusnya berakhir pada 31 Desember 2021. Saat perusahaan tambang itu memperpanjang izin usahanya, pemerintah memotong sebagian lahan konsesi. Penciutan lahan ini merupakan syarat dari pemerintah untuk setiap perusahaan pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara atau PKP2B yang mengajukan perpanjangan izin operasi dan produksi. Lahan KPC berkurang dari 84.938 hektare menjadi 61.543 hektare. Sisa lahan 20 ribu hektare itulah yang berpotensi dikelola NU.
Bahlil mengatakan bahwa pemerintah yang menentukan lahan bekas KPC itu buat NU. Namun Bahlil tak bersedia menjawab ketika ditanya soal pertimbangan mengapa pemerintah memberikan lahan eks KPC. “Kalau itu tidak perlu dijelaskanlah,” tuturnya. Kepada Tempo, seorang pejabat Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi mengatakan lahan eks KPC tersebut memang sudah menjadi incaran NU. Sebab, kata pejabat tadi, kawasan tersebut memiliki kandungan batu bara lebih dari 150 juta ton. Menurut dia, kandungan di lahan eks PKP2B cenderung lebih bagus ketimbang di wilayah konsesi lain. (Yetede)
Tags :
#TambangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023