;

Mengapa Produksi Batu Bara Rendah

Mengapa Produksi Batu Bara Rendah
MENJELANG semester kedua 2024, produksi batu bara nasional belum mencapai separuh target. Minerba One Data Indonesia, yang dikelola Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menunjukkan total produksi baru sebesar 329,49 juta ton atau 35 persen dari target sebesar 922,14 juta ton. Pelaksana tugas Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, menyebutkan realisasi itu sesuai dengan ekspektasi. Asosiasi memproyeksikan produksi baru 35 persen pada akhir Mei 2024. Pasalnya, sejumlah perusahaan baru mendapatkan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) pada kuartal pertama tahun ini. 

Jika dibanding periode yang sama tahun lalu, realisasi hingga 10 Juni 2024 lebih tinggi 9 juta ton atau 3 persen. Melihat data tersebut, Gita memperkirakan tingkat produksi batu bara pada akhir tahun ini pun tak terpaut jauh dengan realisasi pada 2023 yang mencapai 775 juta ton. Itulah sebabnya, APBI menilai target tahun ini tak akan terealisasi sepenuhnya. "Estimasi kami mungkin hanya sekitar 800 juta ton," tuturnya kepada Tempo, kemarin. Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli pun memperkirakan target RKAB tidak terpenuhi setelah melihat realisasi produksi hingga kemarin. "Perkiraan kami di level 775 juta ton saja pada 2024," katanya. 

Minimnya realisasi tersebut, selain karena keterlambatan persetujuan RKAB, dipengaruhi oleh harga batu bara. Kebutuhan batu bara dari negara utama pengimpor batu bara, yaitu Cina, mengalami peningkatan. Namun negara tersebut memilih mengimpor batu bara Australia yang lebih bagus kualitasnya dibanding Indonesia karena harga yang relatif murah. (Yetede)
Tags :
#Batu Bara
Download Aplikasi Labirin :