;

PRODUKSI & LIFTING NASIONAL : BUAH KERJA KERAS KONTRAKTOR MIGAS

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 07 Jun 2024 Bisnis Indonesia
PRODUKSI & LIFTING NASIONAL : BUAH KERJA KERAS KONTRAKTOR MIGAS

Upaya ekstra yang dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama mulai membuahkan hasil, setelah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas mengonfi rmasi potensi tambahan produksi pada tahun ini melalui program fi lling the gap. Produksi minyak Indonesia pada tahun ini berpotensi bertambah 4.096 barel per hari (bph), setelah sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melakukan berbagai upaya di luar work program & budget atau WP&B. Upaya tersebut juga berpotensi menambah produksi gas bumi pada tahun ini sebanyak 90 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Apabila diperinci, potensi tambahan produksi migas itu berasal dari upaya optimalisasi kegiatan pemeliharaan terencana yang diperkirakan akan memberikan tambahan produksi minyak sekitar 2.000 bph dan 20 MMscfd gas. Kemudian juga dari implementasi teknologi produksi yang diharapkan bisa menambah sekitar 643 bph minyak, dan 7 MMscfd gas. 

Selanjutnya dari upaya debottlenecking, serta pengurasan stok dan optimalisasi fasilitas produksi diperkirakan bakal menambah produksi minyak sekitar 1.379 bph, dan gas sekitar 65 MMscfd. Lalu dari upaya optimalisasi penggunaan fuel dan pengurangan flare, serta kontribusi dari sumur tua akan menambah produksi minyak sekitar 74 bph, dan gas sebanyak 6 MMscfd. Sejumlah aksi yang meningkatkan potensi produksi minyak dilakukan oleh Pertamina Group, ExxonMobil Cepu Limited, dan Medco Group. Sementara itu, KKKS yang berkontribusi dalam program fi lling the gap antara lain Pertamina Group, Medco Group, ENI Muara Bakau, dan BP Berau. “SKK Migas akan melakukan koordinasi dan diskusi teknis lanjutan agar bisa dieksekusi sesuai dengan target waktu yang disepakati. 

Makin cepat bisa dijalankan, maka penambahan produksi migas tentunya dapat segera diwujudkan,” kata Kepala Divisi Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Bambang Prayoga, Kamis (6/6). Misalnya saja di LNG Badak yang membutuhkan fuel gas mencapai 32 MMscfd, tetapi kemudian bisa menggantikannya dengan listrik dari PLN. Dengan begitu, fuel gas yang semula digunakan untuk menunjang operasional bisa dikomersialisasikan sebagai gas pipa maupun liquefied natural gas (LNG). Industri hulu migas nasional saat ini memang tengah berupaya memompa produksi dan liftingnya agar bisa mencapai target nasional. Stephen Salomo, E&P Market Analyst Rystad Energy Southeast Asia mengatakan bahwa SKK Migas dan KKKS telah melakukan pekerjaan dengan baik untuk membawa industri hulu migas nasional pulih pascapandemi Covid-19. Dia juga menyoroti agresivitas SKK Migas dan KKKS dalam melakukan kegiatan pemboran sumur eksplorasi yang mampu menemukan cadangan gas dalam jumlah besar. 

“Sekarang ini ada pergeseran eksplorasi yang mulai ke arah Indonesia bagian timur. Ini menunjukkan pertumbuhan kepercayaan investor dalam mengambil proyek gas dengan risiko yang lebih tinggi,” katanya. Sementara itu, Doddy Abdassah, Guru Besar Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung, menyebut optimalisasi sumur yang ada saat ini menjadi salah satu kunci dalam peningkatan produksi migas nasional.Dia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki 38.252 sumur, dan hanya 19.980 sumur di antaranya berstatus aktif. Artinya, sekitar 48% sumur yang ada di Indonesia tersebut tidak aktif. 

Adapun, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi dan langkah berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produksi migas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan simplifi kasi proses bisnis di Pertamina, yakni terkait dengan persetujuan financial investment decision (FID). Secara terpisah, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Chalid Said Salim mengatakan, kegiatan pengeboran sumur eksplorasi dan pengembangan yang dilakukan perusahaan tahun ini bakal menjadi penopang capaian target tersebut. Dari target tersebut, PHE memerinci lifting minyak bumi tahun ini bisa ditingkatkan menjadi 420.000 bph, dari sebelumnya 415.000 bph pada 2023. Salur gas pada 2024 juga dibidik lebih tinggi menjadi 1.863 MMscfd, dari sebelumnya 1.810 MMscfd pada 2023.

Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :