;

Industri Aviasi Butuh Dukungan Pemerintah

07 Jun 2024 Kompas (H)
Industri Aviasi Butuh
Dukungan Pemerintah

Industri aviasi nasional membutuhkan dukungan pemerintah agar mampu bertahan, bahkan berekspansi ke berbagai sudut negeri. Koordinasi lintas kementerian menjadi salah satu kunci penting tumbuhnya industri yang mempersatukan Nusantara lewat udara ini. Dukungan dibutuhkan untuk mengatasi persoalan tarif, tingginya bea masuk, pajak, dan minimnya infrastruktur. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang memperburuk kondisi industri penerbangan juga harus ditemukan solusinya. Hal ini mengemuka dalam diskusi kelompok terarah harian Kompas (Kompas.id) bertajuk ”Potensi Bisnis Aviasi Seiring Meningkatnya Konektivitas Antarwilayah dan Mobilitas Orang di Indonesia”, di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (6/6).

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, tingginya bea masuk suku cadang pesawat membuat maskapai kewalahan. Dari 73 pesawat ATR 72 yang dioperasikan Lion Group, misalnya, 27 pesawat kini masih dalam perawatan atau tidak ada mesinnya. Padahal, armada ATR 72 itu beroperasi di daerah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP). Karena Malaysia dan Thailand lebih mendukung industri aviasi, Lion Group kini juga memilih mengalihkan sebagian armadanya ke negara-negara itu. ”Biaya operasi di sana lebih murah daripada terbang di Indonesia,” ujar Daniel. Salah satu item yang lebih murah di negara tetangga adalah harga avtur. Denon menekankan, kondisi itu hanya dapat diminimalkan jika koordinasi lintas kementerian sudah optimal. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :