Sentuh Rekor, Emiten Emas Makin Bernas
Harga emas kembali mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all time high. Kenaikan harga emas bakal ikut menyepuh kinerja penjualan emiten komoditas ini. Menurut data Bloomberg, kemarin, harga emas harga kontrak emas pengiriman Juni 2024 di Comex Amerika Serikat (AS) mencapai US$ 2.421,4 per ons troi. Harga itu naik sekitar 15% di tahun ini. Emiten memanfaatkan kenaikan harga emas untuk menggenjot produksi dan penjualan. Salah satunya PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Direktur dan Chief Investor Relations Officer BRMS Herwin W Hidayat mengatakan, BRMS membidik target produksi emas 32.000-35.000 ons troi hingga akhir tahun 2024. Hingga kuartal I-2024, penjualan BRMS mencapai US$ 20,32 juta, melesat 250% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Herwin mengatakan, BRMS masih berfokus pada penyelesaian pabrik pemrosesan bijih emas yang ketiga di Palu. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mencetak penjualan bersih emas sebesar US$ 291,17 juta di kuartal I-2024, naik dari US$ 233,62 juta di kuartal I-2023.
Vice President of Corporate Communications and Investor Relations AMMN, Kartika Octaviana mengatakan, volume produksi emas AMMAN di kuartal I-2024 mencapai 166.536 ons dengan volume penjualan 137.539 ons. AMMN menargetkan produksi emas sebanyak 1,009 juta ons emas untuk tahun 2024. Emiten saham produsen perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga menggenjot produksi. Direktur Investor Relation HRTA, Thendra Crisnanda menyatakan, produksi HRTA mencapai 3,85 ton emas murni di kuartal I-2024. Angka ini sudah mencapai 24,6% dari total target di tahun 2024. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga melihat, harga emas masih akan menguat terbatas. Kinerja emiten emas pun akan diuntungkan oleh penguatan average selling price (ASP). Sedangkan Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada merekomendasikan beli saham AMMN, BRMS, HRTA, dan ANTM dengan target harga masing-masing Rp 10.950, Rp 185, Rp 460, dan Rp 1.870 per saham.
Tags :
#EmasPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023