Setelah Presiden Iran Tiada
KABUT tebal membuat jarak pandang regu penyelamat terbatas saat mengevakuasi jenazah Presiden Iran Ebrahim Raisi di pegunungan di bagian barat laut Iran, Ahad malam waktu setempat, 19 Mei 2024. Helikopter yang dia tumpangi jatuh setelah meresmikan Bendungan Ghiz Ghalesi, bagian dari proyek kerja sama Iran-Azerbaijan. Keesokan harinya, Pemerintah Republik Islam Iran mengabarkan kematian presiden 63 tahun itu.
Kini jabatan kepala pemerintahan di negara Islam itu diteruskan oleh wakilnya, Mohammad Mokhbar. Pengumuman itu disampaikan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Senin, 20 Mei 2024. Khamenei, 85 tahun, adalah pejabat paling berkuasa dan memiliki kendali langsung atas pemerintahan Iran, termasuk presiden.
"Kami akan mengikuti jejak Raisi dalam menjalankan tugas yang dipercayakan tanpa gangguan apa pun," kata Mohammad Mokhbar, seperti dikutip dari media pemerintah Iran, IRNA. Khamenei juga memerintahkan Mokhbar bersama kepala legislatif dan kepala peradilan menggelar pemilihan presiden baru dalam 50 hari setelah kematian Raisi. IRNA menulis bahwa pendaftaran calon presiden akan dilakukan pada 30 Mei hingga 3 Juni 2024 dan pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni. (Yetede)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
26 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023