Proyeksi Ekonomi 2020 - Tangkal Skenario Sangat Berat
Untuk ketiga kalinya, Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi. Hal ini menegaskan bahwa skenario pemerintah mengenai kondisi ekonomi sangat berat bukan sekadar analisis di atas kertas.
Bank sentral merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi kurang dari 2,3%. Ini merupakan ketiga kalinya BI melakukan revisi. BI juga merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi per kuartal.
Apalagi, tekanan ekonomi pada kuartal II/2020 lebih parah menyusul penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menggerus konsumsi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerapan PSBB di Jabodetabek menggerus konsumsi rumah tangga menjadi 2,84% dibandingkan dengan 5,02% pada kuartal I/2019.
Skenario juga disusun Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Kepala Center of Macroeconomics Indef Rizal Taufi kurahman mengatakan, pihaknya menyusun skenario berat, sangat berat, dan sangat berat sekali.
Menurutnya, pemerintah harus mencari strategi untuk mencegah penurunan makin dalam. Salah satunya meningkatkan stimulus fiskal kepada masyarakat dan sektor usaha, khususnya UMKM.
Ekonom Bank DBS Radhika Rao memprediksi, April—Mei akan menanggung beban paling berat karena periode itu menandakan masa ketika pemberlakuan aturan jarak sosial makin diperketat. Pada akhir April, penduduk juga dilarang melakukan mudik.
Hal ini kemungkinan meningkatkan pemutusan hubungan kerja, dan membebani pertumbuhan pada triwulan kedua.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023