TPA Piyungan Ditutup, Yogyakarta Gandeng Swasta Tangani Sampah
Pemkot Yogyakarta bekerja sama dengan pihak swasta dalam mengelola sampah untuk mengatasi persoalan sampah setelah ditutupnya TPA Regional Piyungan pada 1 Mei 2024. Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan sejumlah fasilitas pengolahan sampah. ”Insya Allah, kita pastikan (penanganan sampah), karena kami juga cek terus setiap hari,” ujar Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo dalam jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (2/5). Sebelumnya, Pemda DI Yogyakarta menutup total TPA Regional Piyungan di Kabupaten Bantul, DIY, per 1 Mei 2024, karena lahan penimbunan sampah di zona transisi telah penuh. Sebelum itu, zona utama telah lebih dulu ditutup pada Juli 2023 karena alasan yang sama. Kondisi tersebut membuat tiga kabupaten/kota yang selama ini mengandalkan pengelolaan sampahnya di TPA itu harus mengelola secara mandiri di wilayah masing-masing. Ketiga daerah tersebut adalah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.
Singgih mengatakan, saat ini PemkotYogyakarta telah mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Nitikan yang berkapasitas 60 ton hingga 75 ton per hari. TPST itu mengolah sampah menjadi bahan bakar industri semen berupa refuse derived fuel (RDF) dan pupuk kompos. Selain itu, ada pula TPST Kranon dengan model serupa yang bisa mengolah 40-45 ton sampah per hari. Namun, TPST tersebut masih dalam tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan beroperasi pada minggu pertama Mei ini. Singgih menambahkan, terdapat satu TPST lagi yang masih dalam tahap pembangunan, yakni TPST Karangmiri dengan kapasitas 25-30 ton per hari. ”Tapi, penyelesaiannya butuh waktu agak panjang, akhir Mei 2024,” ujarnya. Sambil menunggu penyelesaian dua TPST itu, sampah-sampah sementara ditam-pung di 14 depo yang dimiliki Pemkot Yogyakarta. Total volume sampah Kota Yogyakarta, mencapai 200 ton per hari.
Sebagian sampah juga akan dikelola oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta. Singgih menyebut, pihak swasta bisa menangani hingga 60 ton sampah per hari. Di luar fasilitas di dalam kota itu, Pemkot Yogyakarta juga tengah mengupayakan pembangunan satu unit TPST model RDF lagi di bekas lahan TPA Piyungan. Namun, hal itu sebelumnya mendapat penolakan dari masyarakat sekitar lokasi. ”Kami coba lakukan komu nikasi lebih intensif lagi dengan penjelasan lebih detail kepada warga. Sebetulnya TPST di Piyungan itu nanti kita tidak menambah sampah,tapi mengolah sampah sampai habis, bukan ditimbun seperti model TPA Piyungan dulu,” kata Singgih. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023