Penipuan Keuangan Cenderung Meningkat
Jumlah kasus penipuan terkait aktivitas keuangan ilegal
cenderung meningkat selama Ramadhan. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan
pendapatan masyarakat yang memperoleh THR, perkembangan teknologi, serta belum
meratanya tingkat literasi masyarakat. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku
Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari
Dewi mengatakan, pengaduan terkait aktivitas keuangan ilegal selama Maret 2024
mencapai 1.914. Jumlah ini naik dibandingkan Februari 2024 di 1.530 pengaduan.
”Secara umum, penipuan selama Ramadhan meningkat karena (para
pelaku) memanfaatkan peluang adanya peningkatan pendapatan masyarakat, seperti
mendapat THR dan bonus. Pada saat seperti ini, terbuka potensi masyarakat
menjadi lengah dan kurang berhati-hati dalam menggunakan dananya. Apalagi,
dengan iming-iming imbal hasil yang sangat besar,” tuturnya saat dihubungi dari
Jakarta, Kamis (4/4). Friderica memaparkan berbagai modus penipuan yang marak
terjadi selama Ramadhan berdasarkan aduan masyarakat, antara lain penawaran
investasi melalui aplikasi periklanan yang menawarkan imbal hasil tetap dengan
mengerjakan tugas-tugas tertentu. Kemudian, promosi yang menawarkan keuntungan
tertentu apabila peserta mampu mengundang anggota lain untuk bergabung (member
get member).
Selanjutnya, penawaran investasi berimbal hasil tetap dengan
menggunakan logo serta nama perusahaan berizin atau impersonifikasi, terutama
melalui media sosial, seperti Telegram. Selain itu, ada pula penawaran
investasi berimbal hasil tetap dengan meyetorkan uang sejumlah tertentu (money
game). ”Supaya tidak masuk skema penipuan tersebut, selalu ingat prinsip 2L, yakni legal dan logis. Pastikan
legalitasnya, bisa dengan menghubungi 157. Kemudian logis, artinya kalau ditawari
sesuatu yang berlebihan bagusnya, atau to good to be true, harus berhati-hati,”
ujar Friderica dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Maret 2024 secara
daring, Selasa (2/4). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023