;

Pahit-Manis Meroketnya Harga Kakao

Lingkungan Hidup Yoga 04 Apr 2024 Kompas
Pahit-Manis Meroketnya
Harga Kakao

Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) melaporkan bahwa pencinta cokelat di seluruh dunia sedang terpukul oleh kelangkaan kakao yang sebagian disebabkan oleh krisis iklim. Cuaca ekstrem dan perubahan pola iklim telah mengganggu hasil panen, yang diperkirakan menurun selama tiga tahun berturut-turut, sehingga memperketat pasokan global dan menaikkan harga. Harga kakao melonjak 136 % antara Juli 2022 dan Februari 2024. Harga biji kakao di pasar komoditas berjangka telah melampaui 10.000 USD per ton untuk pertama kali pada 26 Maret 2024. Per Selasa (2/4) kakao sudah diperdagangkan di harga 10.294 USD per ton. Harga saat ini sudah tiga kali lipat dibandingkan rata-rata harga kakao global pada 2023 yang ada di kisaran 3.000 USD per ton.

Organisasi Kakao Internasional memperkirakan dunia mengalami kekurangan pasokan kakao 374.000 ton pada musim 2023-2024 dibandingkan dengan 74.000 ton pada musim sebelumnya. Kelangkaan dan kenaikan harga kakao dunia justru menguntungkan Indonesia sebagai produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Ketua Asosiasi Petani Kakao Arif Zamroni mengatakan, El Nino yang melanda Indonesia tahun lalu dan memicu kekeringan ekstrem sebenarnya juga menyebabkan penurunan produksi kakao di dalam negeri. Namun, tidak sampai mengakibatkan gagal panen parah seperti di Afrika. Data BPS menunjukkan, Indonesia memproduksi biji kakao sebanyak 641.700 ton sepanjang 2023, turun 1,36 % dibanding tahun sebelumnya.

Volume yang mencapai 10 % total produksi kakao dunia tersebut kini menjadi rebutan negara lain yang tidak cukup mengimpor kakao dari Afrika. Permintaan tinggi dan kenaikan harga dinikmati petani kakao di Tanah Air. Saat ini, harga biji kakao di tingkat petani bisa mencapai di atas Rp 85.000 per kg dibanding tahun lalu yang hanya Rp 25.000-Rp 35.000 per kg. ”Petani yang punya pohon dan terawat jadi dapat berkah. Bagi teman-teman yang punya pohon, tapi enggak terawat pasti nyesel, apalagi yang nebang pohon diganti komoditas lain, karena ini harga tertinggi kakao dalam sejarah,” ungkap Arif saat dihubungi Kompas, Selasa (2/4). (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :