;

RUTE PELAYARAN : Urat Nadi Baru Ekonomi Indonesia-China

03 Apr 2024 Bisnis Indonesia
RUTE PELAYARAN : Urat Nadi Baru Ekonomi Indonesia-China

Hadirnya rute pengiriman kargo langsung via jalur laut (direct call) antara Batam, Kepulauan Riau dan China diharapkan mampu mendongkrak kinerja perdagangan kedua negara. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi berharap nilai ekspor-impor di Batam terus meningkat sepanjang tahun ini. Pasalnya, Rudi memandang bahwa hal ini didasarkan atas dibukanya pelayaran perdana direct call kapal kargo MV SITC Hakata rute Batam—China pada 31 Maret 2024. Dia meyakini bahwa pelayaran langsung tersebut akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekspor-impor di Kota Batam ke depan. Dengan demikian, imbuhnya, kemudahan yang ada dapat meningkatkan nilai ekspor maupun impor.

Untuk itu, BP Batam berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan serta pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar agar mampu bersaing dengan pelabuhan modern lain, baik di Indonesia dan luar negeri. Adapun, MV SITC Hakata memiliki panjang atau Length Over All (LOA) 162 meter. Dengan lebar atau Breadth 26 meter, kapal tersebut memiliki kapasitas 1.032 TEUs. Melalui kerja sama BP Batam dan PT Persero Batam, pelayaran langsung kapal tersebut menuju China pun diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan produktivitas Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar. Sebelumnya, 30 pebisnis manufaktur asal China yang tergabung dalam Suzhou Hunan Business Association telah bertandang ke Batam. Mereka ingin mengetahui regulasi dalam berinvestsi di Batam, terutama menyangkut tenaga kerja, hingga keluar-masuk orang di pintu imigrasi.

Tags :
#Pelayaran
Download Aplikasi Labirin :