;

Nasib Pembentukan Badan Penerimaan Negara

26 Mar 2024 Kompas
Nasib Pembentukan
Badan Penerimaan Negara

Presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berencana membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN) untuk memusatkan penerimaan negara dari pajak, bea cukai, dan nonpajak lewat satu pintu. Lembaga baru itu juga akan menyasar aktivitas ekonomi yang selama ini bergerak di ”ruang-ruang gelap”. Rencana membentuk BPN tertuang dalam dokumen visi-misi Prabowo-Gibran di Pemilu 2024 serta termasuk dalam daftar program prioritas Prabowo-Gibran begitu menjabat, alias Delapan Program Hasil Terbaik Cepat. Kehadiran lembaga baru itu diyakini bisa meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional menjadi 23 %.

Menurut rencana, BPN akan terdiri dari Ditjen Pajak (DJP) serta Ditjen Bea dan Cukai, yang dipisahkan dari Kemenkeu. Kemenkeu akan tetap ada, tetapi fokus pada urusan fiskal di luar penerimaan, seperti belanja, pembiayaan, dan hubungan keuangan pemerintah pusat-daerah. Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah, saat memaparkan arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru di Kompas Collaboration Forum (KCF) Afternoon Tea, Jumat (22/3) mengatakan, saat ini, pengumpulan penerimaan negara tidak maksimal karena masih tercerai-berai di banyak lembaga. Bukan hanya DJP serta Bea dan Cukai, ada pula penerimaan negara yang masuk lewat Ditjen Anggaran melalui penerimaan negara bukan pajak (PNBP), termasuk dari Kepolisian, Kementerian ESDM, serta kementerian/lembaga lain. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :