Bersama Atasi Harga Anjlok
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Deny Mulyono memaparkan, serapan pasar yang bermasalah dipastikan menimbulkan dampak berantai terhadap rantai pasok, termasuk sarana pendukung produksi. Dampaknya mulai terlihat, yakni minat budidaya turun dan utilisasi pabrik pakan berkurang. ”Diperlukan solusi yang menjamin stabilitas produksi dari hulu ke hilir. Di sector perikanan budidaya adalah terjaminnya pasar untuk hasil perikanan dengan harga yang menguntungkan pembudidaya,” katanya di Jakarta, Senin (20/4/2020). Ia menilai solusi atas persoalan atas harga ayam dan ikan yang anjlok akibat produksi berlebih atau serapan pasar tidak bisa dilakukan pelaku usaha sendiri, tetapi mesti melibatkan pihak lain. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, pasar perikanan di dalam dan luar negeri masih terbuka karena kebutuhan pangan masih ada. Untuk itu, produksi perikanan tangkap dan budidaya akan terus digenjot, sedangkan kendala pemasaran akan dibenahi. Ia menambahkan pihaknya butuh masukan kepala dinas. Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menggandeng BUMN di bidang perikanan dan perusahaan swasta untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi perikanan.
Di sisi lain, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar)dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional menyepakati kerja sama penyerapan ayam pedaging dengan PT De Heuss di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4). PT De Heuss akan menyerap 1 juta ayam peternak anggota kedua organisasi tersebut. Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko, harga yang anjlok menandakan kelebihan pasokan. Senada dengan pendapat ini, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyebutkan, penurunan minat masyarakat pada ayam pedaging menyebabkan harga di tingkat peternak anjlok. Dalam kesempatan yang sama, Ketut mengapresiasi 15 perusahaan integrator swasta yang berkomitmen membeli 4 juta ayam hidup di tingkat peternak mandiri di Jawa. Delapan perusahaan lain akan menyusul.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023